When you looking the walking rock walking,is one day closer to death.
104 17 278
“MAKALAH WAWASAN NUSANTARA”
TUGAS
KULIAH
OLEH
AGUNG ILHAM PERMANA
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO “PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN”
UNIVERSITAS GUNADARMA
“2019”
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur saya sampaikan kepada ALLAH S.W.T karena dengan izin-Nya lah saya dapat
menyelesaikan tugas ini.Terimakasih juga saya ucapkan kepada para narasumber
yang telah menaruh tulisannya diblog atau web internet.Dalam tugas ini yang
saya bahas adalah mengenai “Wawasan Nusantara”.
Demikianlah yang dapat saya tuliskan
pada kata pengantar ini.Apabila terdapat kekurangan ataupun kesalahan dalam
penulisan maupun isi dari makalah ini saya berharap untuk memaklumi saya masih
dalam proses pembelajaran.Terimakasih.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………… 2
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………. 3
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………….. 4
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………. 4
1.2 Tujuan Penulisan…………………………………………………………………….. 5
1.3 Manfaat………………………………………………………………………………. 5
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………. 6
2.1 Wawasan Nasional,Paham Kekuasaan dan Teori
Geopolitik………………………. 6
2.2 Paham Kekuasaan dan Geopolitik Menurut Bangsa
Indonesia…………………….. 7
2.3 Wawasan Nusantara dan Latar Belakang
Filosofis Dari Wawasan Nusantara……... 9
2.4 Implementasi Wawasan Nusantara Dalam
Kehidupan Nasional…………………… 10
2.5 Pengertian Wawasan
Nusantara…………………………………………………….. 12
2.6 Landasan Wawasan
Nusantara……………………………………………………… 14
2.7 Unsur Dasar Wawasan
Nusantara…………………………………………………... 16
2.8 Hakekat Wawasan
Nusantara……………………………………………………….. 17
2.9 Asas,Arah Pandangan Wawasan
Nusantara………………………………………… 17
2.10 Kedudukan,Fungsi dan
Tujuan Wawasan Nusantara……………………………….. 19
2.11 Tantangan Implementasi Wawasan
Nusantara Dengan Adanya Era Baru Kapitalisme…… 20
2.12 Keberhasilan
Implementasi Wawasan Nusantara………………………………….... 20
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………… 21
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………….. 21
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………… 22
BAB I PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
“Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap
bangsa Indonesia mengenai dari dan bentuk geografisnya berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945”.
[Situmorang,Frederick (29 Januari 2013).”Wawasan nusantara’ vs
UNCLOS”.Jakarta Post.].
“Dalam pelaksanannya,wawasan nusantara mengutamakan
kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional”.
[Suradinata,Ermaya (2015).”Hukum
dasar Geopolitik dan Geostrategi dalam kerangka keutuhan NKRI.]
.
Nilai-nilai Pancasila mendasari pengembangan wawasan
nusantara.Nilai tersebut adalah :
1. Penerapan
Hak Asasi Manusia (HAM),seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai
dengan agama masing-masing.
2. Mengutamakan kepentingan masyarakat daripada
individu dan golongan.
3. Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah
untuk mufakat.
Pengaruh geografi merupakan suatu fenomena yang perlu diperhitungkan,karena
Indonesia kaya akan aneka sumber daya alam (SDA) dan suku bangsa.Terdiri juga
dari ratusan suku bangsa yang tiap suku memiliki adat istiadat,Bahasa,agama,dan
kepercayaan masing-masing yang berbeda beda.
Indonesia juga pernah diwarnai oleh pengalaman sejarah
yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan
negara Indonesia.
[Sunardi,R.M. (2004).”Pembinaan
ketahanan Bangsa dalam rangka Memperkokoh Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”]
1.2.
Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah
sebagai berikut :
1. Untuk
memenuhi tugas dari dosen Bpk.Junaedi Abdillah.
2. Untuk
mengetahui dan mencari informasi mengenai “Wawasan Nusantara”.
1.3.
Manfaat
Dengan tulisan ini semoga saya memenuhi untuk tugas
yang diberikan tersebut.Dan juga semoga saya mendapatkan ilmu dari dan mengenai
“Wawasan Nusantara”
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Wawasan
Nasional,Paham Kekuasaan dan Teori Geopolitik
Menurut Drs.H. M.Umar Djani Martasuta, M.Pd.Untuk segi
wilayah kita haruslah mengingat tentang amanat Panglima Besar Jenderal Sudirman
(1945) “Mempertahankan Keamanan dan Keutuhan Wilayah” dalam sebuah
tatanan negara tentu wilayah dan keamanan haruslah menjadi perioritas,jika
suatu bangsa dan negara tidak mumpuni dalam mempertahankan konteks tersebut
maka akan tenggelam dihancurkan pihak musuh,baik yang berada diluar badan
negara ataupun ancaman dari pihak luar.
Kata Nusantara sendiri diambil dari kata Nesos yang berarti pulau dan Antara yang dapat diartikan
berada diantara,diapit oleh ataupun berada ditengah-tengah.Yang menghasilkan
gugusan pulau-pulau yang terletak diantara dua Benua (Asia & Australia)
serta diantara dua Samudra (Hindia & Pasifik).
“Siapa
yang menguasai lautan akan menguasai perdagangan.Menguasai perdagangan berarti
menguasai kekayaan dunia,sehingga dunia akan dikuasainya”.Kalimat
tersebut keluar dari mulut seorang yang bukan berbangsa Indonesia,ia adalah Sir
Walter Raleigh (1554 – 1618) dan Alfred Thayer Mahan (1840 – 1914).Mereka sadar
betuh bahwasannya jika suatu negara atau bangsa yang memiliki wilayah maritime
yang luas dan kuat,berpotensi menjadi suatu bangsa dan negara yang super power.Dari sini anda akan melihat
betapa besar peluang kita sebagai bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa dan
negara yang super power tersebut.
Kebijakan dasar suatu bangsa dan negara yang
dilandaskan atau dikaitkan dengan letak negara yang bersangkutan dibumi dalam
rangka menjamin kelangsungan dan keselamatan hidupnya adalah isi dari
Geopolitik.Tak lepas hanya geopolitik,Pola pelaksanaan politik biasanya didasarkan
pada wawasan kekuatan atau power concept
adalah isi dari Geostrategi.Banyak ajaran dan teori mengenai konsep-konsep
diatas,salah satunya adalah:
1. Ajaran
Geopolstra dengan Teori Lebensraum yang berbunyi “Suatu
bangsa merupakan suatu organisme hidup dan membutuhkan ruang hidup.”
2. Ajaran
Haushoffer dengan Teori Autarkhi yang berbunyi “Memenuhi
kebutuhannya sendiri,bila perlu dengan mengorbankan pihak lain.”
3. Ajaran
Haushoffer dengan Teori Pan Religion yang berbunyi “Sesuai
takdir,dunia dibagi dalam 4 kawasan.”
2.2. Paham
Kekuasaan dan Geopolitik Menurut Bangsa Indonesia
Masih mengutip dari tulisan Drs.H.M.Umar Djani
Martasuta,M.Pd.Ada Namanya analisis SWOT yaitu,Strenght (kekuatan),Weakness (kelemahan) Opportunity (kesempatan) dan
Threat (ancaman).Dengan ke empat point dasar tersebut dapat kita simpulkan
bahwasannya suatu negara atau bangsa sangat perlu memahami 4 points
tersebut.Suatu bangsa negara haruslah mempunyai Strenght agar tidak diremehkan bahkan diinvasi bangsa atau negara lain,dan
juga harus memahami Weakness agar
selalu ingat bahwasannya kelemahan ini selalu diperbaiki dan tidak bocor ke
pihak yang tidak menguntungkan,Opportunity
melihat suatu kesempatan dan probabilitas untuk mengembangkan segala aspek
kenegaraan agar menjadi lebih kuat dan yang terpenting selalu waspada dan
memperhatikan Threat yang setiap saat
dapat saja menghancurkan bangsa dan negara itu sendiri,Paham kekuasaan juga ada
pada suatu bangsa yang didasari oleh keyakinan terhadap kekuatan yang dimiliki
apalagi jika mempunyai keunggulan dalam geografisnya,guna tidak diperalat atau
dikuasai oleh bangsa negara lain,baik secara fisik maupun mental.
Berikut adalah statement-statement “GILA” yang
dicetuskan oleh para tokoh dunia.
1. Machiavelli :
“Untuk merebut kekuasaan,segala cara
diperbolehkan guna mempertahankan rezim penguasa,cara adu domba dianggap sah
dan siapa yang kuat,dialah yang bertahan hidup.”
2. Napoleon Bonaparte :
“Perang dimasa depan merupakan perang
total yang mengerahkan segala daya nasional yang ada.”
3. Clauswitz :
“Perang itu sah saja,perang adalah
kelanjutan dari politik dengan menggunakan cara lain.”
4. Fuerbach & Hegel :
“Paham materialism menjadi ukuran
keberhasilan ekononomi.Akibatnya akan mendorong terjadinya kolonialisme.”
Wawasan nusantara bukan sekedar visi namun sudah harus
DOKTRIN NASIONAL.Dimana ajaran yang diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia
dan diupayakan untuk diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.Mewarnai juga pahan tentang kekuasaan atau kekuatan yang dianut
bangsa Indonesia.Paham kekuasaan atau kekuatan bangsa Indonesia sendiri
didasari oleh falsafah Pancasila dimana bangsa Indonesia cinta damai,akan
tetapi lebih cinta kemerdekaan,disini dimaksudkan jika kemerdekaan bangsa
Indonesia terusik tidak segan untuk perang.Cara damai dengan meliputi membina
persatuan dan kesatuan,dan ikut serta menciptakan perdamaian dunia dengan
wawasan yang dianut adalah wawasan kombinasi yang walaupun geografis nusantara
adalah kepulauan tetapi bukan semata-mata mengandalkan unsur laut sebagai inti
kekuatannya tetapi secara Bersama dan terpadu menggunakan unsur darat,laut,dan
udara bahkan kamtibnas.
Semangat persatuan sudah melekat pada bangsa ini
bahkan sebelum memproklamirkan NKRI,mereka adalah :
1. Sriwijaya
2. Majapahit
Bukan
upaya yang mudah,berbagai rongrongan dihadapi antara lain :
1. Perang
kemerdekaan I & II
2. Pemberontakan
Dalam Negeri’Operasi Trikora
3. G30S
PKI
2.3. Wawasan Nusantara dan Latar Belakang
Filosofis Dari Wawasan Nusantara
Wawasan
nusantara “Merupakan sebuah cara pandang geopolitik Indonesia yang berolak dari
latar belakang pemikiran sebagai berikut :”
[S.Sumarsono,2005]
Latar
belakang pemikiran filsafat Pancasila sebagai dasar pengembangan Wawasan
nusantara tersebut.Setiap sila dari Pancasila menjadi dasar dari pengembangan
wawasan itu.
Sila
1 (Ketuhanan yang Maha Esa) “Menjadikan
Wawasan nusantara merupakan wawasan yang menghormati kebebasan beragama”
Sila
2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) “Menjadikan
Wawasan nusantara merupakan wawasan yang menghormati dan menerapkan HAM [Hak
Azazi Manusia])
Sila
ke 3 (Persatuan Indonesia) “Menjadikan
Wawasan nusantara merupakan wawasan yang mengutamakan kepentingan bangsa dan
negara)
Sila
ke 4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan
Perwakilan) “Menjadikan Wawasan nusantara
merupakan wawasan yang dikembangkan dalam suasana musyawarah dan mufakat”
Sila
ke 5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) “Menjadikan Wawasan nusantara merupakan wawasan yang mengusahakan
kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia”
Dapat
disimpulkan bahwasannya dasar dari filosofis Wawasan nusantara adalah
berlandaskan ideologi filosofis Pancasila.
[https://www.dicto.id/t/apa-latar-belakang-filosofis-wawasan-nusantara/109361]
2.4. Implementasi
Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Nasional
Wawasan nusantara haruslah menjadi pedoman dan acuan
untuk setiap individu bangsa Indonesia.Wawasan nusantara menjadi pola yang
mendasari cara berfikir,bersikap dan bertindak dalam rangka
menghadapi,menyikapi atau menanggapi berbagai permasalahan menyangkut kehidupan
bermasyarakat,berbangsa dan bernegara dan senantiasa berorientasi pada
kepentingan rakyat dan tanah air secara utuh dan menyeluruh.Implementasi
tersebut sebagai berikut :
1.
Implementasi Wawasan Nusantara dalam
Kehidupan Politik.
2.
Implementasi Wawasan Nusantara dalam
Kehidupan Ekonomi.
3.
Implementasi Wawasan Nusantara dalam
Kehidupan Sosial Budaya.
4.
Implementasi Wawasan Nusantara dalam
Kehidupan Hankam.
Untuk mempercepat tercapainya tujuan Wawasan
nusantara,maka disamping implementasi diatas,perlu juga dilakukan
permasyarakatan atau pensosialisasian dari materi Wawasan nusantara tersebut
dibagi dalam :
1. Menurut sifat/cara penyampaiannya :
a.
Langsung
terdiri dari ceramah,diskusi/dialog,tatap muka.
b.
Tidak
langsung,yang terdiri dari media elektronik dan cetak.
2. Menurut metode penyampaiannya :
a.
Ketauladanan.
b.
Edukasi.
c.
Komunikasi.
d.
Integrasi.
Dewasa ini dapat kita saksikan bahwa dalam kehidupan
manusia,baik secara individu dalam masyarakat,dalam berbangsa dan bernegara
sedang mengalami suatu proses perubahan.Untuk sebagian orang perubahan tersebut
lebih baik dalam berbentuk ekonomi,social
budaya,agama,ataupun dalam infrastruktur.Kita juga dapat menyadari
bahwasannya perubahan itu terjadi karena adanya faktor-faktor pendorong yang
memungkinkan perubahan itu terjadi.
Berkaitan dengan Wawasan nusantara yang sarat akan
nilai-nilai budaya bangsa dan dibentuk dalam proses Panjang sejarah perjuangan
bangsa,akankah wawasan bangsa Indonesia tentang persatuan dan kesatuan itu
larut atau hanyut tanpa bekas atau akan tetap kokoh dan mampu bertahan dalam
terpaan atau gempuran nilai GLOBAL yang
menantang?
Ada point-point yang penting dalam menhadapi Tantangan Global tersebut sekaligus
menerapkan nilai dari Wawasan nusantara,diantaranya adalah :
1. Pemberdayaan Masyarakat “Dapat merupakan tantangan wawasan
nusantara,sehingga pemberdayaan untuk kepentingan masyarakat banyak perlu
mendapatkan prioritas utama”
2. Dunia Tanpa Batas “Keterbatasan kualitas SBM Indonesia
dibidang IPTEK merupakan tantangan serius dalam menghadapi gempuran
Global,mengingat penguasaan IPTEK merupakan nilai tambah untuk budaya saing di percaturan
global”
3. Era Baru KAPITALISME “Dictonary of Economic adalah
buku tulisan dari SLOAN dan ZUREKER menyebutkan
bahwa kapitalisme adalah suatu system ekonomi yang didasarkan atas hak milik
swasta macam-macam barang dan kebebasan individu untuk mengadakan perjanjian
dengan pihak lain untuk berkecimpung dalam aktifitas-aktifitas ekonomi yang
dipilihnya sendiri serta untuk mencapai laba guna sendiri.Berbeda lagi dengan LESTER THUROW,dalam bukunya yang
berjudul The Future of Capitalism yang menegaskan untuk dapat bertahan
dalam era baru kehidupan kapitalisme harus membuat strategi baru yaitu
keseimbangan (balance) antara paham individu dan paham sosialis”
[Hambali
Al-Gebra,https://www.academia.edu.com]
2.5. Pengertian
Wawasan Nusantara
Untuk lebih memahami pengertian Wawasan
Nusantara,berikut kata para ahli mengenainya ;
1.
Prof.Wan
Usman “Wawasan nusantara
adalah cara pandang bangsa Indonesia
mengenali diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek
kehidupan yang beragam”
2.
Samsul
Wahidin “Wawasan
nusantara adalah cara pandang,cara memahami,cara menghayati,cara
bersikap,bertindak,berfikir,bertingkah-laku bagi bangsa Indonesia sebagai hasil
dari interaksi proses-proses psikologis,sosialkultural dalam arti yang luas
dengan aspek-aspek astagrata”
3.
Munadjat
Danusaputro “Pengertian
Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan
lingkungannya dalam eksistansi yang serba terhubung serta pemekerannya di
tengah-tengah lingkungan tersebut berdasarkan asas nusantara”
4.
Srijanti,Kaelan,dan
Achmad Zubaidi “Menurut
mereka Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan
lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi
wilayah nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau
cita-cita nasionalnya”
5.
Sumarsono
“Definisi wawasan
nusantara adalah nilai yang menjiwai segenap peraturan perundang-undangan yang
berlaku pada setiap strata di seluruh wilayah negara,sehingga menggambarkan
sikap dan perilaku,paham serta semangat kebangsan atau nasionalisme yang tinggi
yang merupakan identitas atau jati diri bangsa Indonesia”
6.
M.Panggabean
“Pengertian wawasan
nusantara adalah doktrin politik bangsa Indonesia untuk mempertahankan
kelangsungan hidup negara Republik Indonesia,yang didasarkan pada Pancasila dan
UUD 1945 dengan memperhitungkan pengaruh geografi,ekonomi,demografi,teknologi
dan kemungkinan strategic yang tersedia”
7.
Kelompok
Kerja LEMHANAS “Menurut
Lembaga Pertahanan Nasional pada tahun 1999,pengertiannya adalah cara pandang
dan sikap bangsa Indonesia mengenali diri dan lingkungan yang beragam dan
bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan bangsa dan kesatuan wilayah
dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara untuk
mencapai tujuan nasional”
8.
Tap
MPR Tahun 1993 dan 1998 Tentang GBHN “Cara
pandang dan sikap bangsa mengenai diri dan lingkungan dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah”
[https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-wawasan-nusantara.html]
2.6. Landasan
Wawasan Nusantara
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia [Edisi II,1994]
wawasan berasal dari kata mawas atau mewawas;yang berarti meneliti;meninjau;memandang;mengamati.Sedangkan
wawasan adalah hasil mewawas;tinjauan;pandangan.Sedangkan Nusantara,masih
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia [Edisi II,1994],adalah sebutan bagi
seluruh wilayah kepulauan Indonesia.Wawasan nusantara adalah cara pandang dan
sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan
Pancasila dan UUD 1994.Dalam pelaksanaannya,wawasan nusantara mengutamakan
kesatuan wilayah dan menghargai kebhineikaan untuk mencapai tujuan nasional.
Landasan wawasan nusantara dalam paradigma nasional
dapat dilihat dari stratifikasinya sebagai berikut :
· Landasan Idiil “Pancasila sebagai falsafah ideologi bangsa
dan dasar negara.Berkedudukan sebagai landasan idiil daripada wawasan
nusantara.Karena pada hakikatnya wawasan nusantara merupakan perwujudan dari
Pancasila”
· Landasan Konstitusional “UUD 1945 merupakan landasan
konstitusional dasar negara,yang menjadi pedoman pokok dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara.Indonesia adalah negara kesatuam yang berbentuk republic
[Pasal 1 UUD 1945] yang kekuasaan tertingginya ada pada rakyat dan dilakukan
sepenuhnya oleh MPR”
· Landasan Visional “Atau tujuan nasional wawasan
nasional nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran
yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi
penyesalan dan penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan cita-cita dan
tujuan nasional yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yaitu;
Ø Melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Ø Memajukan
kesejahteraan umum.
Ø Mencerdaskan
kehidupan bangsa.
Ø Ikut
melaksanakan ketertiban dunia.
Ø Landasan
Konsepsional.
· Landasan Operasional “GBHN adalah sebagai landasan wawasan
operasional dalam wawasan nusantara,yang dikukuhkan MPR dalam ketetapan Nomor :
IV/MPR/1973 pada tanggal 22 maret 1973.”
[https://fachrimuhammadabror-wordpress-com.cnd.ampproject.org/v/s/fachrimuhammadabror.wordpress.com/2017/08/02/landasan-dasar-serta-hakekat-terhadap-wawasan-nusantara/amp/?amp_js_v=a2&_gsa=1&usqp=mq331AQCCAQ%3D#aoh=15545524749315&csi=1&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&_tf=Dari%20251%24s&share=https%3A]
2.7. Unsur
Dasar Wawasan Nusantara
Untuk
unsur dasar wawasan nusantara terdiri atas :
1.
Wadah
(contour) “Wadah disini dapat diartikan dalam
kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah
Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk
serta aneka ragam budaya”
2.
Isi
Wawasan Nusantara (content) “Merupakan aspirasi bangsa yang
berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat
dalam pembukaan UUD 1945.Yang isinya sebagai berikut :
a.
Realisasi
aspirasi bangsa sebagai kesepakatan Bersama dan perwujudannya,pencapaian
cita-cita dan tujuan nasionalpersatuan.
b.
Persatuan
dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.”
3.
Tata
Laku Wawasan Nusantara (conduct) “Hasil interaksi antara wadah dan isi
wawasan nusantara yang terdiri dari :
a.
Tata
laku batiniah yaitu mencerminkan jiwa,semangat dan mentalitas yang baik dari
bangsa Indonesia.
b.
Tata
laku lahiriah yaitu tercermin dalam tindakan perbuatan dan perilaku dari bangsa
Indonesia.”
[https://www.dictio.id/t/apa-saja-unsur-unsur-dasar-wawasan-nusantara/50438]
2.8. Hakekat
Wawasan Nusantara
Pada hakikatnya,masyarakat Indonesia secara
keseluruhan adalah tulang punggung keberagaman sekaligus kesatuan bangsa
Indonesia itu sendiri.Oleh karenanya masyarakat dihimbau untuk memiliki
pengetahuan tentang bangsanya dan memandang kesatuan serta keberagaman sebagai
substansi kehidupan berbangsa.Masyarakat disini juga termasuk aparatur negara
yang mempunyai wewenang menyelenggarakan pemerintahan.
Dengan demikian,cara berfikir,sikap,dan tindakan
masyarakat Indonesia secara keseluruhan harus berorientasi pada kepentingan
bangsa dan negara.Apa itu kepentingan bangsa dan negara? Jawaban singkatnya
adalah keutuhan dan kesatuan wilayah nasional.
[http://sosiologis.com/wawasan-nusantara]
2.9. Asas,Arah
Pandang Wawasan Nusantara
Asas wawasan nusantara merupakan suatu hal dasar yang
harus ditaati,dipatuhi,dipelihara,serta diciptakan agar bias mewujudkan bentuk
ketaatan dalam komponen bangsa Indonesia berdasarkan suku maupun golongan yang
bias menciptakan suatu kesepakatan bersama.
Berikut adalah Asas wawasan nusantara :
1.
Kepentingan
yang Sama “Penyelenggaraan
wawasan nusantara harus didasari dengan rasa kepentingan yang sama untuk
mencapai tujuan dan cita-cita nasional”
2.
Keadilan
“Untuk mewujudkan tujuan
dan cita-cita nasional tidak boleh merugikan pihak tertentu maupun mengutamakan
kepentingan kelompok atau golongan sendiri.Seperti halnya itu harus tercermin
ketika kita melakukan pergaulan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa,dan
bernegara”
3.
Kejujuran
“Dalam menjalankan
wawasan nusantara harus didasari sifat dan sikap yang jujur.Artinya untuk
mencapai suatu tujuan bangsa Indonesia harus berani berpikir,berkata,dan
bertindak sesuai dengan kenyataan yang ada serta sesuai dengan ketentuan yang
benar adanya”
4.
Solidaritas
“Rasa setia kawan atau
solidaritas bisa menjadi kekuatan tersendiri untuk mewujudkan tujuan dan
cita-cita nasional.Seperti halnya rela berkorban dan saling memberi antar
sesame menjadi contoh sikap solidaritas dalam hidup bermasyarakat,berbangsa,dan
bernegara.”
5.
Kerjasama
“Asas ini sangat penting
untuk menjalankan wawasan nusantara sehingga bisa mewujudkan tujuan bersama dan
cita-cita nasional.Sebab kebersamaan dan gotong royong ini akan memudahkan
serta meringankan suatu pekerjaan termasuk dalam menghadapi tantangan terhadap
implementasi wawasan nusantara.”
6.
Kesetiaan
“Penting asas ini ketika
kita sudah membuat kesepakatan bersama untuk mencapai tujuan nasional yang
menjadi dasar untuk memenuhi kesepakatan tersebut dengan berbagai usaha.”
[https://theglobalsla.com/wawasan-nusantara/]
2.10. Kedudukan,Fungsi
dan Tujuan Wawasan Nusantara
Dalam beberapa pandangan,konsepsi wawasan nusantara
ini mempunyai berbagai macam fungsi yang perlu kita ketahui.Adapun fungsi dari
wawasan nusantara diantaranya adalah digunakan sebagai konsepsi dalam ketahanan
nesional baik itu konsepsi pembangunan,konsepsi pertahanan,maupun konsepsi
keamanan dan konsepsi kewilayahan.
Fungsi lain dari wawasan nusantara adalah untuk
digunakan dalam system pembangunan nasional baik itu dalam
politik,ekonomi,social,budaya,dan pertahanan serta keamanan.Fungsi berikutnya
berkaitan dengan system pertahanan dan keamanan dimana wawasan nusantara
dijadikan pandangan geopolitik dari bangsa Indonesia sebagai sebuah kesatuan
yang ada dalam seluruh wilayah nusantara dan tertanam dalam jiwa segenap
kekuatan yang dipunyai oleh negara.
Dalam sebuah paradigma nasional,wawasan nusantara ini
mempunyai kedudukan yang sangat penting,yaitu:
· “Pancasila
sebagai sebuah filsafah,ideologi bangsa dan juga dijadikan dasar negara sebagai
sebuah landasan idiil.”
· “UUD
1945 menjadi landasan konstitusional.”
· “Wawasan
nusantara menjadi sebuah visi nasional yang menjadi landasan visional.”
· “Ketahanan
nasional dijadikan sebagai konsepsi nasional yang dijadikan landasan
konsepsional.”
· “GBHN
(garis besar haluan negara) dijadikan sebagai politik serta strategi nasional
yang menjadi landasan dalam memberikan kebijakan dasar nasional sehingga
disebut sebagai landasan operasional.”
[https://arti-pengertian.com/wawasan-nusantara/]
2.11. Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara
Dengan Adanya Era Baru Kapitalisme
Dalam
sub bab ini,sudah ada penjelasan sebelumnya dalam sub bab 2.4 dimana kita
sebagai bangsa dan negara Indonesia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi Era Kapitalisme dengan cara meningkatkan
kemapuan diri dibidang ekonomi,politik dan yang terpenting lagi dibidang IPTEK.
Karena
pada dasarnya era kapitalisme ini sangat tidak menjadikan keuntungan bagi
bangsa atau negara yang tertinggal,bisa dikatakan juga untuk negara
berkembang.Daya persaingan sangat “menyengat” sekali disini,dimana setiap
individu atau bahkan korporasi swasta atau mungkin juga yang berlabel BUMN akan
tersingkirkan bila tak cepat mengambil langkah.Boleh dibaca “Kitab Suci DAS KAPITAL” mengenai kapitalisme ini karangan KARL MAX si Yahudi.
2.12. Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara
Keberhasilan
dari implementasi wawasan nusantara adalah ketika suatu bangsa dan negara telah
menaati segala isi dari wawasan nusantara tersebut dan mementingkan
kesejahteraan atau bisa dibilang mengutamakan kepentingan bangsa diatas segala
kepentingan yang maha penting dari semua golongan (suku,ras,adat istiadat dan
agama).
BAB
III PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dalam
Hidup berbangsa dan bernegara,terlebih di Indonesia.Kita tidak semena-mena
dalam menjalankan itu semua,ada poin-poin yang perlu dijalankan
(kewajiban).Salah satunya adalah mentaati segala keputusan yang telah dibuat
oleh pemerintah.Apa tujuan dari semua itu? Pastilah agar menjaga
ketahanan,keamanan,dan persatuan kesatuan Indonesia.Namun dilain sisi ada
beberapa hal yang bertolak belakang dengan nilai-nilai adat istiadat suatu Ras
dan Agama.Disini kita berperan penuh untuk menentukan mana yang kita
prioritaskan.
“Adakah suatu hukum & sistem yang
benar-benar sempurna? Dan apakah hukum yang dibuat oleh manusia yang serba
penuh dengan keterbatasan (Ilmu ,Ruang, dan Waktu) mampu menjawab perkembangan
kehidupan alam semesta yang kian kompleks dan dinamis?”
Terimakasih.
DAFTAR
PUSTAKA
Sumber :
[Journal Drs.H. M.Umar Djani
Martasuta, M.Pd “Wawasan Nusantara]
[Situmorang,Frederick (29 Januari 2013).”Wawasan nusantara’ vs
UNCLOS”.Jakarta Post.].
[Suradinata,Ermaya
(2015).”Hukum dasar Geopolitik dan Geostrategi dalam kerangka keutuhan NKRI.]
[Sunardi,R.M. (2004).”Pembinaan
ketahanan Bangsa dalam rangka Memperkokoh Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”]
[S.Sumarsono,2005]
[https://www.dicto.id/t/apa-latar-belakang-filosofis-wawasan-nusantara/109361]
[Hambali
Al-Gebra,https://www.academia.edu.com]
[https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-wawasan-nusantara.html]
[https://fachrimuhammadabror-wordpress-com.cnd.ampproject.org/v/s/fachrimuhammadabror.wordpress.com/2017/08/02/landasan-dasar-serta-hakekat-terhadap-wawasan-nusantara/amp/?amp_js_v=a2&_gsa=1&usqp=mq331AQCCAQ%3D#aoh=15545524749315&csi=1&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&_tf=Dari%20251%24s&share=https%3A]
[https://www.dictio.id/t/apa-saja-unsur-unsur-dasar-wawasan-nusantara/50438]
[http://sosiologis.com/wawasan-nusantara]
[https://theglobalsla.com/wawasan-nusantara/]
[https://arti-pengertian.com/wawasan-nusantara/]

Komentar
Posting Komentar