EKONOMI MANAGEMENT 2

When you looking the walking rock walking,is one day closer to death.

1.1 KONSEP TERMINOLOGI dan DEPRESIASI

Konsep dan Terminologi Depresiasi
Depresiasi adalah penurunan nilai fisik barang dengan berlalunya waktu dan penggunaan . lebih spesifik lagi , depresiasi adalah konsep akuntansi yang menentukan suatu deduksi tahunan terhadap pendapatan sebelum pajak, dengan demikian efek waktu dan penggunaan atas nilai asset dapat derefleksikan di dalam laporan keuangan perusahaan. Deduksi depresiasi tahunan bertujuan untuk menyesuaikan nilai tahunan yang digunakan oleh suatu asset dalam proses produksi dari pendapatan berdasarkan umur ekonomis actual asset . jumlah actual depresiasi tidak pernah dapat ditentukan sampai asset tersebut berhenti digunakan. Karena depresiasi merupakan biaya non – kas yang mempengaruhi pendapatan pajak, kita harus mempertimbangkannya dengan semestinya ketika melakukan studi ekonomi tentang after tax teknik.
Untuk menentukan apakah deduksi depresiasi dapat dilakukan , klasifikasi dari berbagai jenis barang harus benar – benar dipahami. Umumnya, barang dapat diderpesiasi jika memenuhi ketentuan – ketentuan dasar berikut :
Harus digunakan dalam bisnis atau untuk menghasilkan pendapat.
Harus mempunyai umur efektif yang dapat ditentukan , dan umur tersebut harus lebih dari satu tahun.
Harus merupakan sesuatu yang dapat dipakai sampai aus, diperbaiki, menjadi tak terpakai , atau nilainya hilang karena alasan – alasan umum.
Bukan merupakan inventori, stok dalam perdagangan , atau barang investasi.

Barang yang dapat didepresiasi diklasifikasikan baik sebagai barang berwujud(tangible) maupun tak berwujud(intangible). Barang berwujud dapat dilihat atau dipegang, dan terdiri dari dua golongan besar yang disebut barang pribadi ( personal property) dan barang riil( riil property). Yang termasuk barang pribadi adalah mesin, kendaraan , alat – alat perabotan, dan barang yang sejenis. Sebaliknya, barang riil adalah tanah dan umumnyavadalah sesuatu yang dapat dibangun,tumbuh,atau ditancapkan ditanah. Namun,tanah itu sendiri tidak dapat didepresiasi karena umur efektifnya tidak dapat ditentukan. Brang tidak berwujud merupakan barang pribadi seperti hak cipta, paten, atau waralaba.
Metode depresiasi dan keterkaitan jangka waktu
Metode pokok yang digunakan untuk barang yang digunakan dalam 3 periode waktu yang berbeda.

Sebelum 1981 : metode pokok yang digunakan adalah garis – lurus ( staright – line SL) , keseimbangan – menurun (declining – balance D B) dan jumlah –digit-tahun (sem-of-years-digit SYD ). Secara kolektif,metode ini disebut sebagai metode depresiasi klasik atau historis.
Setelah 1980 dan sebelum 1987 : pajak federal,barang yang digunakan selama periode ini harus didepresiasi dengan menggunakan Accerelated Cost Recovery Tax System(ACRS). System ini diimplementasikan oleh Economix Recivery Tax Act 1981(ERTA).
Seletah 1986 : Tax Reform Act 1986(TRA 1986) merupakan salah satu reformasi pendapatan pajak yang paling besar dalam sejarah Amerika Serikat. Tindakan ini adalah dengan memodifikasi ACRS yang diimplementasikan oleh ERTA dan membutuhkan Modified Accelerated Cost Recovery System (MACRS) untuk mendepresiasi barang – barang berwujud yang digunakan setelah tahun 1986.

Definisi tambahan
Adjusted(cost)basis : basis biaya original dari asset, disesuaikan dengan kenaikan atau penurunan yang diizinkan , yang digunakan untuk menghitung deduksi depresiasi dan deplesiasi.
Basis , atau cost basis : biaya mula – mula dari mengakuisisi asset(harga pembelian ditambah pajak penjualan), termasuk biaya transportasi dan biaya normal lainnya untuk membuat asset tersebut dapat berjalan seperti yang diharapkan. Jumlah ini disebut juga dengan unadjusted cost basis .
Nilai Buku (Book Value – BV) Bv merupakan basis biaya orisinal dari barang termasuk setiap penyesuaian,dikurang semua deduksi depresiasi atau deplesiasi yang diizinkan. Bv mencerminkan jumlah modal yang diinvestasikan perusahaan dalam barang dan harus ditutupi di masa yang akan datangf melalui proses akuntansi.
(Nilai buku)k = adjusted cost basis – ∑_(j=1 )^k▒〖(deduksi depresiasi)〗
Nilai Pasar (market Value- MV) jumlah yang bersedia dibayar oleh pembeli kepada penjual untuk suatu barang dimana masing – masing mempunyai keunggulan yang sama dan tidak ada tekanan untuk membeli atau menjual . MV memperkirakan nilai sekarang(present value) dari apa yang akan diterima melalui pemilik barang , termasuk nilai waktu dari uang(atau laba).
Periode pemulihan (recovery period) : jumlah tahun yang mana basis barang telah dipulihkan melalui proses akuntansi . untuk metode depresiasi klasik, normalnya periode ini merupakan umur efektif . berdasarkan MACRS , periode ini merupakan kelompok barang (property class) untuk General depreciation System(GDS) , dan merupakan kelompok umur (class life) untuk Alternative Depreciation System (ADS).
Tingkat pemulihan(Recovery Rate) suatu persentase (dalam bentuk decimal) untuk masing-msing tahun periode pemulihan MACRS yang digunakan untuk menghitung deduksi depresiasi.
Nilai sisa (salvage value – SV) : merupakan ekspektasi harga penjualan dari suatu barang apabila asset tersebut tidak produktif lagi digunakan oleh pemiliknya.
Umur efektif ( useful life) : harapan (estimasi) jangka waktu penggunaan suatu barang dalam perdagangan atau bisnis untuk menghasilkan pendapatan. Umur efektif kadang – kadang mengacu pada umur depresiasi(depreciable life).

Metode Depresiasi Klasik ( historis)
Bagian ini manggambarkan dan mengilustrasikan metode garis – lurus, keseimbangan menurun,dan jumlah-angka-tahun dari kalkulasi deduksi depresiasi.

Metode Garis – Lurus ( straight-Line – SL)
Metode Sl mengasumsikan bahwa jumlah tetap yang didepresiasikan setiap tahunnya atas umur depresiasi(efektif)asset.
Dk = (B-SV N ) / N

N= umur depresiasi asset dalam tahun
B= harga beli dari asset,termasuk penyesuaian yang diizinkan
Dk= deduksi depresiasi tahunan dalam tahun k(1≤k≤N)
BVk = nilai buku pada akhir tahun k
SV N = estimasi nilai sisa pada akhir tahun N
Dk= kumulatif depresiasi sepanjang tahun k

Dk* = kdk untuk 1 ≤k≤N
BV k = B-dk *

Metode Keseimbangan Menurun (DB)
Metode ini kadang-kadang disebut metode persentase tetap atau rumus Matheson , diasumsikan bahwa depresiasi biaya tahunan merupakan persentase tetap dari BV pada pemulaan tahun.rasio depresiasi dalam setiap satu tahun terhadap BV pada permulaan tahun adalah tetap diseluruh umur asset dan ditandai dengan R(0≤ R ≤ 1). Dalam metode ini ,R=2/N ketika digunakan keseimbangan menurun 200% (yaitu,dua kali tingkat garis lurus 1/ N ), dan N sama dengan umur depresiasi asset. Jika ditetapkan bahwa metode keseimbangan menurun 150% , maka R=1,5/N. berikut hubungan yang tepat untuk metode keseimbangan menurun :
D1 = B(R)
Dk = 〖B(1-R)〗^(k-1)(R)
Dk = B[1-〖(1-R)〗^k]
BVk = B〖(1-R)〗^k
BV N = B〖(1-R)〗^N
Metode Jumlah – Angka- Tahun (SYD)
Depersiasi untuk setiap tahun adalah hasil dari faktor depresiasi SYD untuk tahun tersebut dan selisih antara cost basis dan estimasi akhir SV.
Dk = ( BSV N ). [2(N-k+1)/N(N+1) ]
Nilai buku pada akhir tahun k:
BVk = B – [(2(B-SV N))/N] k+ [((B-SV N))/(N(N+1))]k(k+1)
Dan akumulatif depresiasi sampai k tahun adalah sederhana saja
Dk*= B – BVk

Keseimbangan menurun yang dialihkan ke garis –lurus
karena metode keseimbangan menurun tidak pernah mencapai BV yang nol,maka diperbolehkan untuk berpindah dari metode ini ke metode garis lurus sehingga SV N asset akan menjadi nol.
Metode produksi –unit
Depresiasi per unit produksi

= (B-SV N)/((estimasi jangka waktu umur produksi dalam unit-unit ))


Modified Accelerated Cost Recovery System (MACRS)
MACRS berlaku untuk kebanyakan barang tangible yang dapat didepresiasi dalam penggunaannya. MACRS terdiri dari 2 sistem untuk menghitung deduksi depresiasi . system utama nya disebut General depreciation system (GDS) dan system kedua disebut Alternative depreciation system (ADS).
Apabila asset didepresiasi dengan menggunakan MACRS, informasi berikut ini diperlukan debelum deduksi duhitung:
Cost Basis
Tanggal barang tersebut digunakan
Kelas barang dan periode pemulihan
Menggunakan metode depresiasi MACRS(GDS atau ADS)
Konvensi waktu yang digunakan (setengah tahun)

Kelas barang dan periode pemulihan
Informasi dasar tentang kelas barang dan periode pemulihan adalah sebagai berikut:
Kebanyakan barang pribadi yang tangible diberikan untuk satu dari enam kelas barang pribadi (3-,5-,7-,10-,15-, dan 20- tahun barang ).kelas barang pribadi adalah sama seperti periode pemulihan GDS
Barang riil diberikan untuk dua kelas barang riil barang riil nonresidential dan barang sewa residential.
Periode pemulihan untuk GDS adalah 39 tahun untuk barang riil non residentialdan 27,5 tahun untuk barang sewa residential.
Metode depresiasi ,konvensi waktu dan tingkat pemulihan
Kelas barang pribadi GDS 3-, 5-,7-, dan 10-,tahun: metode kesembangan menurun 200% , yang dialihkan ke metode garis-lurus apabila metode terebut memberikan deduksi yang lebih besar.
Kelas barang pribadi GDS 15-, dan 20-, tahun : metode DB 150%,yang dialihkan ke metode SL apabila metode tersebut memberikan deduksi yang lebih besar .
Kelas barang riil nonresidential dan residential GDS: metode SL terhadap periode pemulihan GDS tetap.
ADS : metode SL untuk barang pribadi dan barang riil terhadap periode pemulihan ADS tetap.

Contoh Depresiasi Umum
Metode depresiasi yang menghasilkan nilai sekarang lebih besar (dari jumlah depresiasi) lebih disukai oleh perusahaan yang ingin mengurangi nilai sekarang dari pajak pendapatan yang harus dibayar kepada pemerintah.
Deplesiasi (Depletion)
Ada dua cara untuk menghitung nilai deplesiasi: (1) metode biaya dan (2) metode persentase. Metode biaya digunakan untuk semua jenis barang yang dideplesiasi dan merupakan metode yang dapat digunakan secara luas. Berdasarkan metode biaya unit yang akan ditambang atau dipanen. Deduksi (nilai deplesiasi) untuk pajak tahunan dihitung sebagai produk dari jumlah unit yang terjual selama tahun tersebut dan unit deplesiasi,dalam dolar. Deplesiasi dapat dihitung dalam persentase pendapatan kotor,menetapkan bahwa jumlah yang dibebankan untuk deplesiasi tidak melebihi 50% dari pendapatan bersih(100% untuk minyak dan gas) sebelum deduksi dari nilai deplesiasi . metode persentase dapat digunakan untuk kebanyakan jenis tambang logam,deposit geothermal, dan tambang batubara,tetapi tidak untuk kayu. Umumnya, penggunaan persentase deplesiasi untuk minyak dan gas tidak diizinkan kecuali untuk produksi minyak dan gas domestic.
Penghantar untuk Pajak Pendapatan
Apabila jenis – jenis pajak lain dimasukkan dalam studi ekonomi teknik, normal mereka biasanya dideduksi dari pendapatan ktor,karena aka nada biaya operasi lainnya,dalam menentukan arus kas sebelum pajak.
Perbedaan antara pajak pendapatan dan beberapa jenis pajak lainnya:
Pajak pendapatan dinilai sebagai suatu fungsi dari pendapatan kotor dikurang deduksi yang diizinkan.
Pajak property dinilai sebagai fungsi dari nilai barang itu sendiri, jadi barang tersebut terlepas dari pendapatan atau laba perusahaan.
Pajak penjualan dinilai berdasarkan pembelian barang dan jasa , dan terlepas dari pendapatan dan laba kotor.
Pajak pembelian merupakan pajak federal yang dinilai sebagai fungsi dari penjualan atau jasa tertentu yang sering dianggap tidak penting,dan karenanya terlepas dari pendapatan atau laba dari bisnis.
Minimum sebelum – pajak dan sesudah pajak tingakt pengembalian (rate of Return)yang menarik
MAAR sebelum –pajak = (MARR setelah-pajak)/((1-effective income tax rate))
Pendapatan korporat (perusahaan bisnis)yang kena pajak
Pendapatan kena pajak = pendapatan kotor-semua pengeluaran kecuali investasi modal – deduksi depresiasi
Tingkat pajak pendapatan perusahaan efektif(marjinal)
golongan pendapatan kena pajak sehingga sebuah perusahaan yang berada dalam tahun pajak, tingkat marjinal federal dapat bervariasi dari 15% sampai maksimum 39%.

T= tingkat (rate)Negara baian +tingkat federal(1 tingkat Negara bagian)

Untung (Rugi) atas Sisa Aset

[keuntungan (kerugian)atas sisa barang ]N = MV N BV N


Procedur Umum untuk Membuat Analisis Ekonomi setelah – Pajak
Rk = pendapatan (dan simpanan)dari proyek tersebut;ini merupakan arus kas masuk dari proyek selama periode k
Ek = arus kas keluar selama tahun k untuk deduksi pengeluaran dan bunga
Dk = total dari semua nonkas ,atau buku , biaya selama tahun k eperti depresiasi dan deplesi
T= effective income tax atas pendapatanbiasa(federal,Negara bagian,dan lainnya);t diasumsikan konstan selama periode studi
Tk = pajak pendapatan yang dibayar selama tahun k
ATCFk = ATCF dari proyek selama tahun k

Tk = -(Rk Ek Dk )

ATCFk = BTCFk + Tk*
=(Rk Ek) t(Rk Ek Dk)
=(1 T) (Rk Ek) +tdk

Ilustrasi dari penghitungan ATCF
Analisis setelah pajak yang memasukkan rancangan keuangan khusus
Pada bagian ini kita akan menunjukkan bagaimana menganalisis investasi modal dari sudut pandang equity investor sudut pandang ini mungkin dibutuhkan ketika usaha tertentu yang dilakukan cukup beresiko dan equity investor memaksa dilakukan penilaian eksplsit terhadap profitabilitas proyek dari investasi mereka. Untu k mengerjakannya ,ATCFs proyek harus dievaluasi dari sudut pandang pemegang saham perusahaan dengan menggunakan tingkat bunga yang sama dengan opportunity cost equity capital.
Efek setelah pajak dari nilai delesiasi
Pendapatan dari investasi atas sumber daya alam tertentu bertujuan untuk membuat nilai deplisiasi sebelum pajak pendapatan dihitung. Dalam kondisi tertentu ,khususnya bila pembayar pajak berada dalam kelompok dengan pajak pendapatan yang cukup tinggi,penentuan penyusutan/deplesiasi dalam undang – undang pajak dapat memberikan keunggulan ekonomis yang patut dipertimbangkan.
Nilai penyusutan /deduksi yang dapat dideduksi dalam tahun yang diberikan mungkin berdasarkan pada persentase tetap dari pendapatan kotor(15%untuk sumur geothermal),ditunjukkan bahwa deduksi tidak melampaui 50% (100% untuk barang minyak dan gas) dari pendapatan bersih sebelum deduksi.


1.2 METODE DEPRESIASI KLASIK 

METODE DEPRESIASI KLASIK (HISTORIS)
 Metode Garis Lurus (Straight-Line­­­­­­­­_sl)
Depresiasi garis lurus merupakan metode depresiasi yang sederhana. Metode SL mengasumsikan bahwa suatu jumlah tetap yang di depresiasi setiap tahunnya ats umur depresiasi (efektif) aset. Definisi-definisi berikut di gunakan dalam persamaan di bawah ini, jika kita menyatakan :
N   : umur depresiasi aset dalam tahunan
B   : harga beli dari aset (cost basis),termasuk penyesuaian yang di izinkan
Dk  : deduksi depresiasi tahunan dalam tahun k (1≤ k ≤ N)
BVk    : nilai buku pada akhir tahun k
SVN     : estimasi nilai sisa pada akhir tahun N
dk   : kumulatif depresiasi sepanjang tahun k
   maka :
dk           : (B-SVN)/N                                                                             (7-2)
Dk*      : kdk untuk 1≤  k ≤ N                                                               (7-3)
BVk     : B-dk*                                                                                     (7-4)
Perhatikanlah, bahwa untuk metode ini anda harus mempunyai suatu estimasi akhir SV, yang juga akan menjadi nilai akhir buku pada akhir tahun N. Dalam beberapa kasus, estimasi SVN bisa saja tidak sama dengan akhir aktual MV dari aset.
Metode Keseimbangan Menurun (Declining Balance – Db)
Dalam metode keseimbangan menurun, kadang-kadang disebut metode prosentasi tetap (constant precentage method) atau rumus Metheson ( Matheson formula ), di asumsikan bahwa depressiasi biaya tahunan merupakan presentase tetap dari BV  pada permulaan tahun, rasio depresiasi dalam setiap satu tahun terhadap BV pad permulaan tahun adalah tetap di setiap umur aset dan di tandai dengan R (10 ≤ R ≤ 1).
Metode Jumlah-Angka-Tahun ( Sum-Of-The-Years-Digit – Syd )
Untuk menghitung deduksi depresiasi dengan metode SYD, angka-angka yang berkaitan dengan angka untuk setiap umur tahun yang di izinkan berada pada urutan pertama dalam urutan yang terbalik. Kemudian , jumlah dari angka-angka ini di tentukan. Sebagai contoh, untuk barang yang mempunyai umur depresiasi (efektif) lima tahun, faktor depresiasi SYD-nya adalah sebagai berikut :


Tahun
Angka Tahunan Dalam urutan terbalik (digits)
Faktor Depresiasi SYD
1
5
5/15
2
4
4/15
3
3
3/15
4
2
2/15
5
1
1/15
Jumlah Angka
15





 Depresiasi untuk setiap tahun adalah hasil dari faktor depresiasi SYD untuk tahun tersebut dan selisih antara cost basis (B) dan estimasi akhir SV.
Keseimbangan Menurun yang dialihkan ke Garis Lurus
Karena metode keseimbangan menurun tidak pernah mencapai BV yang nol, maka di perbolehkan untuk pindah dari metode ini ke metode garis lurus sehingga SVN aset akan menjadi nol (atau jumlah-jumlah lain yang diingnkan). Metode ini juga digunakan untuk mengkalkulasi tingkat pemulihan MACRS.
Metode Produksi-Unit
Semua metode depresiasi yang di bahas di sini berdasarkan pada waktu yang sudah lewat (tahun) yang mana teori tersebut menyatakan  bahwa nilai barang yang menurun sebagian besar merupakan fungsi dari waktu. Apabila penurunan nilai kebanyakan dari fingsi penggunaan, depresiasi berdasarkan dari metodenya mungkin tidak tercermin dalam entuk tahun. Metode produksi-unit biasa digunakan dalam kasus seperti ini.
1.3 MARCS
MODIFIED ACCELARATOD COST RECOVERY SYSTEM (MACRS)
MACRS di gunakan oleh TRA 86 dan sekarang menjadi metode utama yang menghitung deduksi depresiasi barang dalam proyek-proyek teknik. MACRS berlaku untuk kebanyakan barang tangible yang dapat di depresiasi dalam penggunaannya setelah 31 Desember 1986. Contoh dari aset yang tidak dapat di depresiasi berdasarkan MACRS  dalah barang yang anda pilih tidak di masukan karena untuk mendepresiasinya dengan metode yang tidak berdasarkan pada bentuk tahun (metode produksi unit) dan barang intangible.
Apabila aset didepresiasi dengan menggunakan MACRS, informasi berikut ini digunakan sebelum deduksi depresiasi dihitung :
a)      Cost Basis (B)
b)      Tanggal barang tersebut di gunakan
c)      Kelas barang dan periode pemulihan
d)     Menggunakan metode depresiasi MACRS(GDS atau ADS)
e)      Konversi waktu yang digunakan (setengah tahun)
3.1    Kelas Barang dan Periode Pemulihan
Dengan MACRS, depresiasi barang tangible dikategorikan (dikelompokan) kedalam kelas aset. Kemudian barang-barang yang terdapat dalam setiap kelas aset ditetapkan sebagai class life, periode pemulihan GDS (dan kelas barang), serta pemulihan ADS.
Perbedaan antara jenis-jenis pajak yang berbeda
a)      Pajak pendapatan (income taxes) dinilai sebagai suatu fungsi dari pendapatan kotor dikurang deduksi yang diizinkan hal itu dilakukan oleh federal ,kebanyakan Negara bagian dan kadang-kadang oleh pemerintah kotamadya.
b)      Pajak property (property taxes) dinilai sebagai fungsi dari nilai barang itu sendiri ,seperti tanah, gedung peralatan, dst. Dan tingkat pajak yang digunakan .hal itu dilakukan oleh pemerintah kotamadya,kabupaten atau Negara bagian.
c)      Pajak penjualan (sales taxes) dinilai berdasarkan pembelian barang atau jasa dan terlepas dari pendapatan dan laba kotor. Normalnya itu dilakukan oleh pemerintah Negara bagian, kotamadya atau kabupaten. Pajak penjualan bersangkut paut dalam study ekonomi teknik hanya untuk tingkat itu yang mana mereka ditambahkan kebiaya dari barang yang dibeli.
d)     Pajak pembelian (excise taxes) merupakan pajak federal yang dinilai sebagai fungsi dari penjualan barang atau jasa tertentu yang sering dianggap tidak penting dan karena terlepas dari pendapatan atau laba dari bisnis. 
1.4 DEPLESI 
Pengertian deplesi adalah berkurangnya harga perolehan (cost) yang disebabkan oleh pengelolaan sumber daya alam menjadi persediaan, seperti penurutnan nilai sumber alam pada tambang dan hutan kayu. Deplesi adalah penyusutan yang terjadi pada benda yang bersifat alami dan tidak dapat diperbaharui.
Perbedaan depresiasi dengan deplesi adalah sebagai berikut:
Depresiasi
Deplesi
Pengakuan terhadap pengurangan manfaat ekonomi yang terjadi pada aktiva tetap. Pengakuan pengurangan kuantitatif pada sumber daya alam.
Digunakan untuk aktiva tetap yang bisa diganti bila sudah habis. Digunakan untuk aktiva tetap yang tidak bisa langsung diganti dengan yang sama jika sudah habis.
Alokasi harga perolehan ke pendapatan, pada periode bersangkutan untuk suatu perusahaan yang dihitung berdasarkan hasil produksi. Pengakuan terhadap perubahan langsung darisumber daya alam menjadi barang yang bisa dijual.

Metode Perhitungan Deplesi


Dalam pehitungan deplesi, setidaknya perhatikan aspek-aspek berikut ini:
a. Harga perolehan aktiva.
Jika sumber daya alam, harga perolehannya adalah pengeluaran dimulai sejak mendapatkan izin sampai sumber daya alam itu dapat diambil hasilnya. Jika pengeluaran itu terlalu kecil, maka dilakukan penilaian atas sumber daya alam tersebut.
b. Taksiran nilai sisa apabila sumber alam sudah selesai dieksploitasi.
c. Taksiran hasil yang secara ekonomis dapat dieksploitasi.
Deplesi dihitung dari tiap unit hasil sumber alam (barrel dan tonase). Simak ilustrasi berikut ini.

Contoh Soal dan Jawaban Deplesi


Contoh soal beserta jawaban ini tentang kasus pertambangan.
Sebidang lahan (tanah) yang terdapat kandungan tambang dibeli seharga Rp20.000.000,00. Taksiran isinya sebesar 150.000 ton. Tanah tersebut setelah dieksploitasi nilainya ditaksir sebesar Rp2.000.000,00. Deplesi per ton dihitung sebagai berikut:
pengertian deplesi beserta contoh soal dan jawaban
Jika di tahun pertama, lahan tersebut bisa di eksploitasi sebanyak 40.000 ton, maka total deplesi pada
tahun tersebut sebesar = 40.000 x Rp. 120.000 = Rp. 4.800.000
Jurnal untuk mencatat deplesi:
Deplesi Rp4.800.000,00
        Akumulasi deplesi
Rp4.800.000,00
Apabila perusahaan telah menaksir di muka biaya deplesi dan kenyataannya perhitungan taksiran berbeda degan kenyataannya, maka perlu diadakan revisi. Koreksi deplesi ini bisa dilakukan dengan cara berikut ini:
  • Deplesi pada tahun lalu dan masa yang akan datang sudah dicatat dikoreksi. Pada saat adanya perubahaan. Dihitung lagi deplesi perunit kemudian dilakukan koreksi.
Contohnya deplesi yang terlalu besar, jurnal koreksinya sebagai berikut:
Akumulasi deplesi Rp. Xxx
      Laba tidak dibagi (koreksi laaba tahun lalu)
Rp. Xxx
  • Deplesi tahun lalu sudah dicatat tidak di koreksi, tetapi deplesi tahun yang akan datang dilakukan dengan data yang terakhir. Deplesi pada tahun lalu tidak dikoreksi, tetapi deplesi untuk tahun berjalan dan tahun yang akan datang dilakukan revisi.
Contoh biaya pembangunan bertambah sebesar Rp. l.800.000,00. Setelah di eksploitasi dalam tahun kedua sebanyak 30.000 ton, tambang ditaksir masih mengandung 90.000 ton. Perhitungan deplesi pada tahun kedua didapat sebagai berikut:
Harga perolehan pertama
20.000.000
(-)  Nilai sisa 2.000.000
      Deplesi tahun pertama 4.800.000


(6.800.000 )


13.200.000
(+) Biaya pembangunan tahun kedua
1.800.000
 Jumlah yang akan di deplesi Rp. 15.000.000
Taksiran isi tambang pada awal tahun kedua
Hasil eksploitasi tahun kedua (ton) 30.000
Taksiran isi tambang pada akhir tahun kedua (ton) 90.000
Taksiran isi tambang pada awal tahun kedua (ton) 120.000
Deplesi per ton dalam tahun kedua = Rpl5.000.000,00 :120.000 = Rp125,00.
Deplesi tahun kedua = 30.000 ton x Rp125,00 = Rp3.750.000,00.
Pada aktiva tetap milik perusahaan yang mengolah sumber daya alam, kegunaan aktiva terbatas sampai selesainya eksploitasi sumber alam. Maka depresiasi aktiva tetap dapat dihitung dengan taksiran hasil sumber alam.
1.5 PROSEDUR UMUM PERHITUNGAN BEFORE dan AFTERTAX 
Investasi pada sekuritas di pasar modal memungkinkan para pemodal (investor) untuk melakukan diversifikasi investasi, membentuk portofolio sesuai dengan resiko yang bersedia mereka tanggung dan tingkat keuntungan yang diharapkan. Penilaian prestasi suatu perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan itu untuk menghasilkan laba. Laba perusahaan selain merupakan indicator kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakan elemen dalam penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang.
Tingkat profitabilitas perusahaan sapat diukur dari beberapa aspek yaitu berdasarkan ROS (Return on Sales ), EPS (Earning Per Share), ROA (Return on Asset), ROE (Return on Equity). (akan dibahas pada kesempatan lain).
Tetapi penggunaan analisis rasio keuangan sebagai alat pengukur akuntansi konvensional memiliki kelemahan utama yaitu mengabaikan adanya biaya modal sehingga sulit mengetahui apaka suatu perusahaan teah berhasil menciptakan nilai atau tidak. Maka dikembangkannya konsep baru yaitu EVA (Economic Value Added).
EVA merupakan pendekatan baru dalam menilai kinerja perusahaan dengan memperhatikan secara adil ekspektasi penyandang dana.
Penilaian kinerja dengan menggunakan pendekatan EVA menyebabkan perhatian manajemen sesuai dengan kepentingan pemegang saham. Dimana pemegang saham didalam menginvestasikan dananya ingin mendapatkan return saham yang tinggi. Sedangkan bagi manajamen, EVA digunakan untuk memilih investasi yang memaksimumkan tingkat pengembalian dan meminimumkan tingkat biaya modal sehingga perusahaan dapat dimaksimumkan.
EVA dapat digunakan untuk mengindentifikasikan kegiatan atau proyek yang memberikan pengembalian lebih tinggi dari pada biaya modalnya. Kegiatan atau proyek yang memberikan nilai sekarang dari total EVA yang positif menunjukkan bahwa proyek tersebut menciptakan nilai perusahaan dan dengan demikian sebaiknya diambil. Sebaliknya, kegiatan proyek yang tidak menguntungkan tidak perlu diambil. Penggunaan EVA dalam mengevaluasi proyek akan mendorong para manajer untuk selalu melakukan evaluasi atas tingkat resiko proyek yang bersangkutan.
Menurut Sidharta Utama (1997) penialaian EVA dapat dinyatakan sebagai berikut :
1.       Apabila EVA > 0, nilai EVA positif yang menunjukkan telah terjadi proses nilai tambah pada perusahaan. Bearti ada nilai ekonomis lebih, setelah perusahaan membayarkan semua kewajiban pada para penyandang dana atau kreditur sesuai ekspektasinya.
2.      Apabila EVA = 0, menunjukkan posisi impas atau break Event Point. Berati tidak ada nilai ekonomis lebih, tetapi perusahaan mampu membayarkan semua kewajibannya pada pada para penyandang dana atau kreditur sesuai ekspektasinya.
3.      Apabila EVA < 0, nilai EVA negative dan menunjukkan tidak terjadi proses nilai tambah. Berarti perusahaan tidak mampu membayarkan kewajiban pada para penyandang dana atau kreditur sebagaimana nilai yang diharapkan ekspektasi return saham tidak dapat tercapai.

Fungsi dari pendekatan EVA adalah adalah :
A.     Indicator tentang adanya penciptaan nilai dari sebuah investasi;
B.      Indicator kinerja sebuah perusahaan dalam setiap kegiatan operasional ekonomisnya;
C.      Pendekatan baru dalam pengukuran kinerja perusahaan dengan memperhatikan secara adil para penyandang dana atau pemegang saham.
Keunggulan EVA :
Ø      EVA memfokuskan penilaiannya pada nilai tambah dengan memperhitungkan beban biaya modal sebagai konsekuensi investasi;
Ø      Perhitungan EVA relative mudah dilakukan hanya yang menjadi persoalan adalah perhitunannya biaya modal yang memerlukan data yang lebih banyak analisa yang mendalam;
Ø      EVA dapat digunakan secara mandiri tanpa memerlukan data pembanding seperti standar atau perusahaan lain, sebagaimana konsep penilaian dengan menggunakan analisa ratio. Dalam prakteknya data pembanding, seringkali tidak tersedia.
Kelemahan EVA
Ø      Sulit menentukan biaya modal secara obyektif. Hal ini disebabkan dana untuk investasi dapat berasal dari berbagai sumber dengan tingkat biaya modal yang berbeda-beda dan bahkan biaya modal mungkin merupakan biaya peluang.
Ø      EVA terlalu bertumpu pada keyakinan bahwa investor sangat mengandalkan pendekatan fundamental dalam mengkaji dan mengambil keputusan untuk menjual atau membeli saham tertentu, padahal factor-faktor lain terkadang justru lebih dominan.
Ø      Konsep ini sangat tergantung pada transparansi internal dalm perhitungan EVA secara akurat. Dalam kenyataannya seringkali perusahaan kurang transparan dalam mengemukakan kondisi internalnya.
Ø      EVA jarang dipakai dalam praktek
Ø      EVA hanya mengukur salah satu keberhasilan bisnis

Dengan diperhitungkannya biaya modal, EVA mengindikasikan seberapa jauh perusahaan telah mencipakan nilai bagi pemilik modal. Namun demikian, dalam prakteknya EVA dapat menimbulkan masalah, terutama karena diperlukannya estimasi atas tingkat biaya modal. Untuk itu dalam menerapkan EVA, kita harus selalu memonitor dan mengevaluasi atas kewajaran tingkat biaya modal yang digunakan.

LANGKAH-LANGKAH DALAM MENHITUNG EVA
EVA merupakan hasil pengurangan tota biaya modal terhadap laba operasi setelah pajak. Biaya modal sendiri dapat berupa cost of debt dan cost of equity.
EVA = NOPAT – (Capital x c) atau
EVA = (r-c) x Capital
Definisi :
Ø      NOPAT (Net Operating After Tax) adalah  laba bersih (Net income after Tax) ditambah bunga setelah pajak.
Ø      C = biaya capital adalah biaya bunga pinjaman dan biaya ekuitas yang digunakan untuk menghasilkan NOPAT tersebut dan dihitung secara rata-rata tertimbang (WACC).
Ø      R = tingkat balikan capital (Rate Of Return), yaitu NOPAT/C
Ø      C = Jumlah dana yang tersedia bagi perusahaan untuk membiayai perusahaannya.

Langkah-langkah untuk menghitung EVA
1.       Menghitung NOPAT (Net Operating After Tax)
Rumus : NOPAT = Laba (Rugi) Usaha – Pajak
Definisi :
Ø      Laba usaha adalah laba operasi perusahaan dari suatu current operating yang merupakan laba sebelum bunga.
Ø      Pajak disini adalah yang digunakan dalam perhitungan EVA adalah pengorbanan yang dileuarkan oleh perusahaan dalam penciptaan nilai tersebut.

2.      Menghitung Invested Capital
Rumus : Invested Capital = (Total Hutang + Ekuitas) – Hutang Jangka Pendek
Definisi :
Ø      Total hutang + ekuitas menunjukkan beberapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang.
Ø      Penjaminan janka pendek tanpa bunga merupakan pinjaman yang digunakan perusahaan yang pelunasan maupun pembayarannya akan dilakukan dalam jangka pendek (satu tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, dan atas pinjaman itu tidak dikenal bunga, seperti hutang usaha, hutang pajak, biaya yang masih dibayar, dan lain-lain.

3.      Menghitung WACC (Weighted Average Cost Of Capital)
Rumus : WACC = [(D x rd) (1-tax) + (E x re)]
Dimana :
                                 Total Hutang
Tingkat Modal (D) = —————————- x 100 %
                        Total Hutang dan Ekuitas
                             Beban bunga
Cost of Debt (rd) = ———————– x 100 %
                               Total Hutang
                                                Total Ekuitas
Tingkat Modal / Ekuitas (E) = ——————————- x 100 %
                                          Total Hutang dan Ekuitas
                           Laba bersih setelah pajak
Cost of Equity (re) = ———————————- x 100 %
                                  Total Ekuitas
                                      Beban pajak
Tingkat Pajak (Tax) = ———————————– x 100 %
                              Laba Bersih sebelum pajak

4.      Menghitung-Capital-Charges
Rumus:
Capital Charges = WACC x Invested Capital

5.      Menghitung-Economic-Value-Added(EVA)
Rumus :
EVA = NOPAT – Capital charges
atau
EVA = NOPAT – (WACC x Invested Capital )

ATAU

LANGKAH-LANGKAH MENGHITUNG EVA
1.       Menghitung biaya hutang (Kd)
Kd = Biaya Bunga Tahunan /Total Hutang Jangka Panjang
Kd* = Kd (1-T)
 Kd* = Biaya hutang pajak
T = tarif pajak yang dikenakan

2.      Mengitung biaya modal sendiri (Ke)
Dengan adanya keterbatasan dari CAPM maka dalam menghitung biaya modal sendiri (Ke) menggunakan pendekatan discounted cash flow model, dimana dividend yield ditambah tingkat pertumbuhan yang diharapkan.
Formulanya adalah :
Ke = Dividen Yield + g
Ke = Dividen Yield + (plowback ratio x r)
Ke = Dividen Yield + [(1-Dividend Payout) x r]
Definisi :
Ke = Biaya modal sendiri
G = Tingkat pertumbuhan yang diharapkan
r = Tingkat Pengembalian

3.      Menghitung struktur modal dari neraca
Struktur permodalan yang dipakai adalah proporsi hutang dan proporsi modal sendiri dalam bentuk prosentase dari jumlah hutang dan modal sendiri.
Proporsi hutang (Pd) diperoleh dengan :
Pd = [D / (D+E) x 100%]
Proporsi ekuitas (Pe) diperoleh dengan :
Pe = [E / (D+E) x 100%]

4.      Menghitung NOPAT
NOPAT = EAT + IAT
EAT = Laba bersih (Earning After Tax)
IAT = Interest After Tax
5.      Menghitung tingkat pengembalian (  r  )
Perhitungan tingkat pengembalian (  r)  menggunakan  pendekatan laba bersih operasi setelah pajak (NOPAT) dibagi modal yang ditanamkan.
R = NOPAT / Capital

6.      Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang (C*)
Yaitu dengan menggunakan pendekatan WACC.
WACC = (Kd* x Pd) + (Ke x Pe)
Kd* = Biaya hutang setelah pajak
Ke = biaya modal sendiri
Pd = Proporsi hutang
Pe = Proporsi modal sendiri

7.      Menghitung EVA
EVA = NOPAT – (c x Capital)
Nopat = Net Operating After Tax
C = Biaya modal rata-rata tertimbang
Capital = merupakan jumlah dana yang tersedia bagi perusahaan untuk  membiayai usahanya, yang merupakan penjumlahan dari total hutang dan modal saham.
 
1.6 EFEK SETELAH PAJAK DARI NILAI DEPRESIASI 
Pendapatan atas investasi dari SDA bertujuan untuk membuat nilai deplesiasi sebelum pajak pendapatan dihitung. Dalam kondisi tertentu, khususnya jika pembayar pajak berada dalam kelompok dengan pajak pendapatan yang cukup tinggi, penentuan deplesiasi dalam undang-undang pajak dapat memberikan keunggulan ekonomis yang patut dipertimbangkan.

Komentar