EKONOMI MANAGEMENT 2 PART II

When you looking the walking rock walking,is one day closer to death.

2.1 PENDEKATAN TERINTEGRASI

Pendekatan terintegrasi digunakan untuk mengembangkan arus kas netto untuk altenatif proyek terpilih. Kita akan mempergunakan istilah proyek menurut pekerjaan yang merupakan subjek analisis. Pendekatan terintegrasi ini termasuk tiga komponen dasar,yaitu:
1.      Struktur Perincian Kerja (WBS = Work Breakdown Structure). WBS merupakan teknik untuk mendefinisikar secara eksplisit, pada tingkat kesuksesan yang rinci, elemen-elemen kerja proyek dan hubungan-hubungan antar mereka (kadang-kadang disebut struktur elemen kerja).
2.      Struktur biaya dan penghasilan (klasifikasi). Penggambaran kategori dan elemen biaya dan penghasilan yang akan diperkirakan dalam mengembangan arus kas.
3.      Teknik-teknik perkiraan (model). Model-model matematik terseleksi dipergunakan untuk memperkirakan biaya dan penghasilan mendatang selama periode analisis.
Ketiga komponen dasar tersebut, bersama dengan langkah-langkah prosedural terintegrasi, memberikan pendekatan terorganisasi untuk mengembangkan arus kas untuk alternatif-alternatif.
Pendekatan integrasikan dimulai dengan deskripsi proyek dalam istilah WBS. Proyek WBS dipergunakan untuk menjelaskan proyek dan tiap karakteristik lainnya yang direfleksikan dalam biaya dan penghasilan akan datang yang diperkirakan untuk alternatif tersebut (arus kas netto). Untuk memperkirakan biaya dan penghasilan akan datang untuk suatu alternatif, perspektif (sudut pandang) dari arus kas haruslah disusun. Selain itu, kita juga harus mendefinisikan garis dasar perkiraan dan periode analisis. Pada umumnya, arus kas dikembangkan dari sudut pandang si pemilik modal.
Arus kas netto untuk suatu alternatif menyatakan apa yang diperkirakan terjadi pada biaya dan penghasilan mendatang dari sudut pandang yang dipergunakan. Kemudian, perubahan yang diperkirakan dalam biaya dan penghasilan tersebut dihubungkan dengan alternatif yang relatif terhadap garis dasar secara konsisten juga dipergunakan untuk seluruh alternatif yang akan diperbandingkan. Garis dasar ini dapat didefinisikan dan diaplikasikan dalam 2 cara, yaitu :
1.      Cara pertama adalah dengan pendekatan penghasilan dan biaya total. Maksudnya adalah alternatif tanpa perubahan dimasukkan secara eksplisit dalam kumpulan alternatif dan biaya-biaya serta penghasilan-penghasilan total. Jika ketika pendekatan garis dasar biaya dan penghasilan total dipergunakan, maka arus kas netto untuk alternatif tanpa perubahan menyatakan biaya-biaya dan penghasilan-penghasilan yang diproyeksikan dari alternatif terpilih lainnya yang diperkirakan.
2.      Cara kedua adalah dengan pendekatan differensial. Pada pendekatan ini, arus kas untuk alternatif tanpa perubahan didefinisikan sebagai nol, baik merupakan salah satu atau tidak dari alternatif-alternatif yang dipilih. Arus kas untuk tiap alternatif terpilih lainnya kemudian menyatakan perubahan-perubahan yang diperkirakan dalam biaya dan perhasilan relatif terhadap keadaan sekarang.
Jika pendekatan garis dasar perkiraan yang digunakan dalam kajian, maka pendekatan itulah yang harus digunakan secara konsisten untuk seluruh alternatif. Kesalah yang sering dilakukan adalah kesalahan mempergunakan kedua definisi garis dasar ketika mengembangkan arus kas individual. Contohnya adalah pendekatan penghasilan dan biaya total yang seharusnya dipergunakan pada biaya perawatan perkiraan untuk alternatif yang tak berubah, tetapi pada alternatif lainnya, biaya-biaya ini seharusnya diperkirakan dengan mempergunakan perbedaan-perbedaan dari operasi-operasi saat ini.


2.2 TEKNIK-TEKNIK PERKIRAAN TERPILIH 

Teknik-teknik perkiraan yang didiskusikan dalam bagian ini dapat dipergunakan untuk perkiraan orde besar dan beberapa perkiraan setengah rinci atau rencana anggaran. Teknik-teknik ini sangat berguna dalam seleksi awal dari alternatif-alternatif yang layak untuk analsis lebih lanjut dalam fasa desain konseptual atau pendahuluan dari suatu proyek. Seringkali, model-model ini dapat dipergunakan dalam fasa desain rinci dari suatu proyek untuk mengurangi jumlah perkiraan teknis berdasarkan pada ongkos material, biaya-biaya standard an informasi rinci lainnya. Teknik-teknik perkiraan terpilih yang akan dibahas adalah teknik indeks, teknik satuan, teknik faktor, dan hubungan-hubungan perkiraan.
Biaya dan harga bervariasi terhadap waktu dengan sejumlah alasan, termasuk kemajuan teknologi, tersedianya tenaga kerja dan material serta inflasi. Indeks merupakan bilangan tak berdimensi yang menunjukkan berapa biaya yang berubah terhadap waktu dengan basis tahun dasar. Indeks memberikan cara yang tepat untuk mengembangkan perkiraan biaya dan harga sekarang serta akan datang dari data yang tersedia.
                                                                      (1)
di mana
k          = tahun referensi dimana biaya dan harga barang diketahui
n          = tahun dimana biaya atau harga diperkirakan (n>k)
Cn           = biaya atau harga yang diperkirakan dari barang dalam tahun n
Ck           = biaya atau harga barang dalam tahun referensi k
Persamaan tersebut juga dinyatakan sebagai teknik rasio dari biaya dan harga perbaruan. Pada teknik ini, biaya dan harga penjualan potensial suatu barang dapat diambil dari data terdahulu dengan tahun dasar khusus dan diperbarui dengan satu indeks. Konsep ini dapat diaplikasikan pada tingkat lebih rendah WBS untuk memperikirakan biaya peralatan, material, dan tenaga kerja, sama halnya pada tingkat atas WBS untuk memperkirakan biaya proyek total dari fasilitas baru, jembatan, dan sebagainya.Teknik satuan meliputi pemakaian ”faktor per satuan” yang dapat diperkirakan secara efektif, contohnya adalah biaya modal dari pembangkit per kilowatt kapasitas, penghasilan per mil, biaya perawatan per jam, dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut jika dikalikan dengan satuan yang tepat akan memberikan perkiraan total dari biaya, penghematan atau penghasilan.
Teknik faktor merupakan perluasan dari metode satuan, dalam strategi pembagian dasar, dimana satu penjumlahan produk dari beberapa kuantitas atau komponen dan menambahkannya untuk tiap komponen yang diperkirakan secara langsung adalah,
                                                           (2)
dimana
C         = biaya yang diperkirakan
Cd        = biaya dari komponen terseleksi d yang diperkirakan secara langsung
fm            = biaya per satuan komponen m
Um          = jumlah satuan komponen m
Teknik faktor sangat berguna ketika kekompleksan dari situasi perkiraan tidak memerlukan WBS tetapi beberapa bagian berbeda dilibatkan.
Hubungan-hubungan perkiraan biaya dan harga merupakan model matematis yang menjelaskan biaya suatu barang (misalnya produk, barang, atau aktivitas) sebagai fungsi dari satu atau lebih variabel bebas. Bermacam-macam teknik statistik atau matematis lainnya dipergunakan untuk mengembangkan hubungan-hubungan perkiraan. Model regresi linear sederhana dan regresi linear kelipatan yang merupakan standar metode statistik untuk memperkirakan nilai variabel terikat sebagai fungsi dari satu atau lebih variabel bebas.

a.      Teknik Ukuran-Pangkat

Teknik ukuran pangkat, yang seringkali dinyatakan sebagai model eksponensial, sering dipergunakan untuk menentukan biaya pabrik dan peralatan industri. Metode ini menyatakan bahwa biaya bervariasi terhadap jumlah pangkat dari perubahan kapasitas atau ukuran.
                                                                 (3)
dimana
CA        = biaya untuk pabrik A
CB          = biaya untuk pabrik B
SA           = ukuran pabrik A
SB         = ukuran pabrik B
X          = faktor kapasitas-biaya untuk menunjukkan ekonomi skala

b.      Pembelajaran dan Perbaikan

Suatu kurva pembelajaran merupakan model matematis yang menjelaskan fenomena dari efisiensi pekerja yang bertambah dan kinerja organisasi yang diperbaiki dengan produksi repetitif dari barang atau jasa. Kurva pembelajaran kadang disebut sebagai kurva pengalaman atau fungsi proses manufaktur. Sebagai contoh, efek kurva pembelajaran dapat dipergunakan dalam memperkirakan jam-jam professional yang dihabiskan oleh staf engineering untuk menyelesaikan desain rinci berurutan dalam famili produk, sebagaimana perkiraan jam-jam tenaga kerja diperlukan untuk merakit mobil.
Konsep dasar dari kurva pembelajaran adalah beberapa sumber-sumber input (misalnya biaya energi, jam-jam tenaga kerja, biaya material, jam-jam engineering) berkurang pada tiap output dasar satuan sebagai jumlah satuan yang dihasilkan. Kebanyakan kurva pembelajaran didasarkan pada asumsi bahwa pengurangan persentase yang terjadi akan membuat jumlah satuan-satuan yang dihasilkan menjadi dua kali lipatnya. Sebagai contoh, jika 100 jam tenaga kerja diperlukan untuk menghasilkan satuan output pertama dan diasumsikan kurva pembelajaran 90% maka 100 (0,9) = 90 jam kerja akan diperlukan menghasilkan unit kedua. Hal serupa, 100 (0,9)2 = 81 jam kerja akan diperlukan untuk menghasilkan unit keempat, dan seterusnya. Sehingga, kurva pengetahuan 90% akan menghasilkan pengurangan 10% dalam jam-jam tenaga kerja tiap kali kuantitas produksi dilipatduakan.
Asumsi dari pengurangan persentase dengan jumlah konstan dari sumber input yang dipergunakan (per satuan output) tiap waktu jumlah satuan output dilipatduakan dapat dipergunakan untuk mengembangkan model matematik sebagai fungsi pembelajaran (perbaikan). Jika,
u      = jumlah satuan output
Zu      = jumlah satuan sumber input yang diperlukan untuk menghasilkan jumlah satuan output u
k      = jumlah satuan sumber input yang diperlukan untuk menghasilkan satuan output pertama
s       = parameter koefisien arah kurva pembelajaran yang dinyatakan sebagai pecahan desimal (untuk kurva pembelajaran, s = 0,9)

 2.3 BIAYA-BIAYA PRODUK TOTAL PERKIRAAN TERPILIH

Pabrikan selalu dihadapkan dengan masalah pembuatan produk yang dapat dijual pada harga yang kompetitif sehingga mereka dapat membuat keuntungan yang layak. Harga dari produk mereka didasarkan pada biaya keseluruhan untuk membuat barang ditambah keuntungan.Biaya produk dapat diklasifikasikan secara langsung atau tidak langsung. Biaya langsung secara mudah ditentukan ditetapkan untuk produk yang khusus, sedangkan biaya tidak langsung tidaklah secara mudah dialokasikan untuk produk tertentu.Biaya-biaya manufaktur mempunyai hubungan langsung terhadap volume produksi di mana mereka dapat tetap, variabel, atau variabel langkah. Secara umum, biaya administratif adalah tetap dengan tanpa memperhatikan volume, biaya material bervariasi secara langsung dengan volume, dan biaya peralatan merupakn fungsi langkah dari tingkat produksi.Biaya primer daalm kategori pengeluaran manufaktur termasuk engineering dan desain, pengembangan biaya, perkakas, tenaga kerja pabrik, material, supervisi, kontrol kualitas, keandalan dan testing, pengemasan, biaya tambahan pabrik, umum dan administratif, distribusi dan pemasaran, keuangan, pajak, dan asuransi.Suatu perkiraan yang rinci diperlukan. Sehingga, kita memerlukan gambar, spesifikasi, skedul produksi, catatan historis dari biaya tenaga kerja perusahaan, tagihan untuk material dan rencana proses. Rencana proses menjelaskan seluruh operasi yang harus dilakukan untuk produk dan jam-jam tenaga kerja ikut dilibatkan.
Biaya engineering dan desain terdiri dari desain, analisis dan gambar, bersama dengan biaya-biaya lainnya seperti reproduksi. Biaya engineering 
dapat dialokasikan terhadap produk dengan dasar berapa banyak jam kerja engineering yang dilibatkan. Tipe-tipe biaya major lainnya yang harus diperkirakan adalah sebagai berikut:
Ø  Biaya-biaya perkakas, yang terdiri dari perawatan dan perbaikan ditambah biaya dari tiap peralatan baru.
Ø  Biaya tenaga kerja manufaktur, yang ditentukan dari data standar, catatan historis, atau departemen akunting.
Ø  Biaya-biaya material, yang didapat dari catatan historis, ketetapan penjual dan tagihan material.
Ø  Kelebihan bahan buangan harus dimasukkan.
Ø  Supervisi, yang merupakan biaya tetap berdasarkan gaji dari karyawan supervisor.
Ø  Biaya tambahan pabrik, yang termasuk utilitas, perawatan, dan perbaikan. Terdapat bermacam-macam metode yang dipergunakan untuk mengalokasikan biaya tambahan, seperti pembagian terhadap dollar tenaga kerja langsung, atau jam-jam tenaga kerja langsung, atau jam-jam mesin.
Ø  Biaya administratif, yang seringkali dimasukkan dalam biaya tambahan pabrik (atau pokok). 
 
Pembelajaran integrated (terpadu) merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Dengan adanya pemaduan itu, siswa akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh, sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa. Bermakna disini memberikan arti bahwa pada pembelajaran terpadu siswa akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan nyata yang menghubungkan antar konsep dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Pembelajaran terpadu tipe integrated (keterpaduan) adalah tipe pem¬belajaran terpadu yang menggunakan pendekatan antar bidang studi, menggabungkan bidang studi dengan cara menetapkan prioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling tumpang tindih dalam beberapa bidang studi (Fogarty, 1991: 76). Dari sejumlah model pembelajaran IPA terpadu yang dikemukakan Fogarty (1991: xv) terdapat empat model yang potensial untuk diterapkan dalam pembela-jaran IPA terpadu, yaitu connected, webbed, shared, dan integrated. Empat model tersebut dipilih karena konsep-konsep dalam Kompetensi Dasar (KD) IPA memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga memerlukan model yang sesuai agar memberikan hasil yang optimal. Ada sejumlah KD yang mengandung konsep saling beririsan/tumpang tindih, sehingga bila dibelajarkan secara terpisah-pisah menjadi tidak efisien. Konsep-konsep semacam ini memerlukan pembelajaran model integrated atau shared. Pada model integrated, materi pembelajaran adalah KD-KD atau konsep-konsep dalam KD yang sepenuhnya beririsan; sedangkan pada model shared, KD-KD atau konsep-konsep dalam KD yang dibelajarkan tidak sepenuhnya beririsan, tetapi dimulai dari bagian yang beririsan. Karakteristik Model Integrated Model pembelajaran terpadu ini menggunakan pendekatan antar mata pelajaran. Model ini diusahakan dengan cara menggabungkan beberapa mata pelajaran yaitu dengan menetapkan prioritas dari kurikulum dan menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling tumpang tindih di dalam beberapa mata pelajaran. Model pembelajaran integrated (terpadu) mempunyai ciri khusus yakni memadukan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda tetapi inti topiknya sama. Pada model ini tema yang berkaitan dan tumpang tindih merupakan hal terakhir yang ingin dicari dan dipilih oleh guru dalam tahap perencanaan program. Pertama kali guru menyeleksi konsep-konsep, keterampilan dan sikap yang diajarkan dalam satu semester dari beberapa bidang studi, selanjutnya dipilih beberapa konsep, keterampilan, dan sikap yang memiliki keterhubungan yang erat dan tumpang tindih di antara berbagai bidang studi. Pada model ini terdapat team teching yang berasal dari beberapa mata pelajaran berbeda namun memiliki tema yang tumpang tindih(overlap). Dalam tahap ini, guru yang tergabung haruslah kompak serta memiliki skill yang tinggi. Tahap ini juga dapat membangun rasa percaya diri dan kepercayaan sebagai perancang model(Forgaty 1991:78)

Source: http://www.eurekapendidikan.com/2014/11/pengertian-model-pembelajaran-terpadu.html
Disalin dan Dipublikasikan melalui Eureka Pendidikan

Komentar