EKONOMI MANAGEMENT PART V

When you looking the walking rock walking,is one day closer to death




5. APLIKASI-APLIKASI HUBUNGAN NILAI UANG TERHADAP WAKTU
 
.I. Payback period
Payback period dalam bisnis dan ekonomi mengacu pada periode waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi untuk “membayar” jumlah investasi awal. Sebagai contoh, $ 1000 investasi yang kembali $ 500 per tahun akan memiliki payback period dua tahun. Secara intuitif mengukur berapa lama sesuatu yang diperlukan untuk “membayar untuk dirinya sendiri.” Asalkan semua sederajat, lebih pendek periode pengembalian lebih baik daripada periode pengembalian lebih lama. Payback period digunakan secara luas karena kemudahan penggunaan.
Istilah ini juga digunakan secara luas di berbagai jenis investasi daerah, sering kali berkaitan dengan teknologi efisiensi energi, pemeliharaan, upgrade, atau perubahan lainnya. Sebagai contoh, sebuah bola lampu fluorescent ringkas dapat digambarkan dari memiliki periode pengembalian sejumlah tahun atau operasi jam, dengan asumsi biaya-biaya tertentu. Di sini, kembali ke investasi terdiri dari penurunan biaya operasi. Meskipun pada awalnya adalah istilah keuangan, konsep payback period kadang-kadang diperluas untuk kegunaan lain, seperti energi payback period (periode waktu di mana penghematan energi dari sebuah proyek yang sama jumlah energi yang dikeluarkan sejak awal proyek).
Payback period sebagai alat analisis ini sering digunakan karena mudah diterapkan dan mudah dipahami bagi kebanyakan orang, terlepas dari pelatihan akademis atau bidang usaha. Ketika digunakan dengan hati-hati atau untuk membandingkan investasi serupa, itu bisa sangat berguna. Sebagai alat yang berdiri sendiri untuk membandingkan investasi dengan “melakukan apa-apa,” payback period tidak memiliki kriteria yang jelas untuk pengambilan keputusan.
Payback period dianggap sebagai metode analisis dengan keterbatasan dan kualifikasi untuk penggunaannya, karena tidak memperhitungkan benar nilai waktu uang, risiko, pembiayaan atau pertimbangan penting lainnya seperti biaya kesempatan. Sementara nilai waktu uang bisa diperbaiki dengan menerapkan beban biaya modal rata-rata diskon, umumnya sepakat bahwa alat ini untuk keputusan investasi tidak boleh digunakan dalam isolasi. Langkah-langkah alternatif “kembali” lebih disukai oleh ekonom net present value dan internal rate of return. Asumsi implisit dalam menggunakan payback period yang mengembalikan dengan investasi terus setelah payback period.
Kompleksitas tambahan muncul ketika perubahan arus kas menandatangani beberapa kali, yang berisi arus keluar di tengah-tengah atau di akhir proyek seumur hidup. Payback period yang diubah algoritma dapat diterapkan kemudian. Pertama, jumlah semua arus kas dihitung. Kemudian kumulatif arus kas positif ditentukan untuk setiap periode. Yang diubah payback period dihitung sebagai saat di mana kumulatif arus kas positif melebihi total kas keluar.
Metode Periode Pengembalian
• Metode ini mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Bila periode payback ini lebih pendek daripada yang diisyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, sedang kalau lebih lama maka proyek ditolak.
• Metode ini mengukur seberapa cepat suatu investasi bisa kembali, maka dasar yang dipergunakan adalah aliran kas, bukan lab. Untuk itu kita hitung aliran kas proyek tersebut.
• Problem utama dari metode ini adalah sulitnya menentukan payback maksimum. Dalam prakteknya yang dipergunakan adalah payback umumnya dari perusahaan-perusahaan sejenis.
• Kelemahan metode payback
1. Diabaikan nilai waktu uang
2. Diabaikan aliran kas setelah periode payback
3. Diabaikan perhitungan nilai sisa dari investasi
• Metode payback biasa disebut payback periode
• Payback period (PBP) adalah jangka waktu tertentu yang menunjukkan terjadinya arus permintaan (Cash in Flow) secara kumulatif sama dengan jumlah investasi dalam bentuk Present Value
• Periode pengembalian
- payback period
- Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan
- penerimaan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut
• Mengukur kecepatan kembalinya dana investasi.
Rumus periode pengembalian jika arus per tahun jumlahnya berbeda.
• Periode pengambalian
a – b
= n + x 1 tahun
c - b
dimana :
n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas
masih belum bisa menutup investasi mula-mula
a = Jumlah investasi mula-mula
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n
C = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
Rumus periode pengembalian jika arus per tahun jumlahnya sama.
• Periode pengambalian
investasi awal
= x 1 tahun
arus kas
• Usulan proyek investasi
– Periode pengembalian lebih cepat : layak
– Periode pengembalian lebih lama : tidak layak
– Jika usulan proyek investasi lebih dari satu maka periode pengembalian yang lebih cepat yang dipilih
Contoh kasus 1 :
• Usulan proyek investasi sebesar Rp. 450 juta, umurnya diperkirakan 5 tahun tanpa nilai sisa, arus kas pertahun yang dihasilkan selama umur proyek Rp. 150 juta dan umur proyek yang disyaratkan 4 tahun
• Periode pengembalian proyek investasi tersebut adalah :
Jawaban :
• Periode pengembalian
Rp. 450 juta
= x 1 tahun
Rp. 150 juta
= 3 tahun
• Periode pengembalian 3 tahun lebih kecil dari yang disyaratkan maka usulan proyek investasi adalah diterima
Contoh kasus 2 :
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
  1. Daya 33 MW, investasi untuk konstruksi 1000/W
  2. O & M + Pajak dan lainnya 5 % dari investasi total
  3. Umur proyek PLTA 40 tahun
  4. Discount rate 13 % dan 14 %
  5. Perkiraan benefit $ 10.000 dan meningkat terus menerus.
Tentukanlah :
  1. Net Present Value
  2. B/C
  3. IRR
Penyelesaian :
Diasumsikan bahwa :
• PLTA dibangun selama 5 tahun, jadi cash flow terjadi pada awal tahun ke lima.
• O & M + pajak dan lainnya (biaya rutin) naik 7 % pertahun dari tahun sebelumnya.
• Benefit naik 10 % pertahun dari tahun sebelumnya.
• Biaya investasi total : (33 MW x 1000) x $ 1000/
: $ 33.000.000
• Biaya O & M : $ 33.000.000 x 5 %
: $ 1.650.000
• Dari dasar di atas maka dapat ditentukan NPV, B/C serta IRR dengan discount rate 13 % dan 14 % dengan menggunakan tabel perhitungan Net Present Value.
PERHITUNGAN NET PRESENT VALUE
THN
BIAYA ($ .000)
BENEFIT ($.000)
D.F1 (13 %)
PRESENT VALUE 1 ($ .
DF2 14 %
PRESENT VALUE ($.000)
MODAL
O&M
JUMLAH
C1
B1

C2
B2
1
2
3
4
5
6
7=4.6
8=5.6
9
10=4.9
11=5.9





1,0000
6.600
0.000
1,0000
6.600
0.000
1
6.600

6.600

0,8850
50481
0.000
0,8772
5.789
0.000
2
6.600

6.600

0,7831
50169
0.000
0,7695
5.078
0.000
3
6.600

6.600

0,6931
40574
0.000
0,6750
4.455
0.000
4
6.600

6.600

0,6133
4.048
0.000
0,5921
3.908
0.000
5

1.650
1.650
10.000
0,5428
896
5.428
0,5194
857
5.194
6

1.766
1.766
11.000
0,4803
848
5.284
0,4556
804
5.011
7

1.942
1.942
12.100
0,4251
825
5.143
0,3996
776
4.836
8

2.136
2.136
13.310
0,3761
804
5.007
0,3506
749
4.666
9

2.350
2.350
14.641
0,3329
782
4.874
0,3075
723
4.502
10

2.585
2.585
16.105
0,2946
761
4.744
0,2697
697
4.344
11

2.843
2.843
17.716
0,2607
741
4.618
0,2366
673
4.192
12

3.128
3.128
19.487
0,2307
722
4.496
0,2076
649
4.045
13

3.440
3.440
21.436
0,2042
702
4.376
0,1821
626
3.903
14

3.785
3.785
23.579
0,1807
684
4.260
0,1597
604
3.766
15

4.163
4.163
25.937
0,1599
666
4.147
0,1401
583
3.634
16

4.579
4.579
28.531
0,1415
648
4.037
0,1229
563
3.506
17

5.037
5.037
31.384
0,1252
631
3.930
0,1078
543

18

5.541
5.541
34.523
0,1108
614
3.826
0,0946
514
3.265
19

6.095
6.095
37.975
0,0981
598
3.724
0,0829
506
3.150
20

6.704
6.704
41.772
0,0868
582
3.625
0,0728
488
3.039
PERHITUNGAN NET PRESENT VALUE
THN
BIAYA ($ .000)
BENEFIT ($.000)
D.F1 (13 %)
PRESENT VALUE 1 ($ .
DF2 14 %
PRESENT VALUE ($.000)
MODAL
O&M
JUMLAH
C1
B1

C2
B2
1
2
3
4
5
6
7=4.6
8=5.6
9
10=4.9
11=5.9
21

7.375
7.376
45.950
0,0768
566
3.529
0,0638
491
2.933
22

8.112
8.112
50.545
0,0660
551
3.435
0,0560
454
2.830
23

8.924
8.924
55.599
0,0601
537
3.344
0,0491

2.731
24

9.816
9.817
61.159
0,0532
522
3.255
0,0431

2.635
25

10.798
10.799
67.275
0,0471
509
3.169
0,0373
408
2.542
26

11.877
11.878
74.002
0,0417
495
3.085
0,0331
394
2.453
27

13.065
13.066
81.403
0,0369
482
3.003
0,0291
380
2.367
28

14.372
14.373
89.543
0,0326
469
2.923
0,0255
367

29

15.809
15.810
98.497
0,0289
457
2.845
0,0224
354
2.204
30

17.390
17.391
108.347
0,0256
445
2.770
0,0196
341
2.127
31

19.129
19.130
119.182
0,0226
433
2.696
0,0172
329
2.052
32

21.042
21.043
131.100
0,0200
421
2.625
0,0151
318
1.980
33

23.146
23.147
144.210
0,0177
410
2.555
0,0132
307
1.910
34

25.460
25.461
158.631
0,0157
399
2.487
0,0116
296
1.843
35

28.006
28.007
174.494
0,0139
389
2.421
0,0102
285
1.779
36

30.807
30.808
191.943
0,0123
378
2.357
0,0089
275
1.716
37

33.888
33.889
211.138
0,0109
368
2.294
0,0078
266
1.656
38

37.276
37.277
232.252
0,0096
358
2.233
0,0069
256
1.598
39

41.004
41.005
255.477
0,0085
349
2.174
0,0060
247
1.542
40

45.104
45.105
281.024
0,0075
340
2.116
0,0053
239
1.488



513,1
2.991.268
NPV1 = 46.613,23
106.836,73
NPV2 = 43.044,24
107.105,02
a) NPV1 =
= $ 126.836,73 - $ 46.613,23
= $ 80.223,496
• NPV1 =
= $ 107.105,06 - $ 43.044,24
= $ 64.060,827
b) B/C = $ 126.836,73/ $46.613,23 èUntuk NPV1
= $ 2.721
B/C = $ 107.105,06 / $ 43.044,24èUntuk NPV2
= $ 2.488
c) IRR
Dari perhitungan diatas dapat kami simpulkan sebagai berikut :
Untuk mencari NPV1 kami menggunakan Discount Rate 13 % dan NPV2 menggunakan Discount Rate 14 %. Jadi dari perhitungan Tabel di bawah didapatkan :
NPV1 u NPV2
e NPV1 : $ 80.223.496 u NPV2 : $ 64.060.827
Maka Discount Rate 13 % lebih baik digunakan yang banyak dari pada 14 %, karena mempunyai tingkat benefit akhir yang lebih tinggi. Perbandingan antara benefit dan cost sangat bangus, yaitu $ 2.721 (NPV1) dan $ 2.488 (NPV2). Nilai IRR didapatkan sebesar $ 17.694 %.
Jadi dapat kami tarik kesimpulan bahwa proyek pembangunan PLTA ini sangat fisible untuk dilaksanakan karena mempunyai tingkat benefit yag tinggi yaitu berkisar ± 200 % dari biaya investasi serta Interal Rate of return u discount rate yang digunakan yaitu sebesar 17.694 %
 II. Investment Balance Diagram
Balanced Investment telah mengalami tiga generasi yaitu: Generasi pertama yang memperkenalkan 4 pespektif, generasi kedua Bsc dengan strategy maps dan linkage diagram dan yang terakhir generasi ketiga intangible asset readiness.
Sedikit mengulas BSC generasi pertama dengan didefinikan 4 persepktif dalam perusahaan yang harus diukur kinerjanya. Dengan adanya Empat perspektif ini dimungkinkan terjadinya keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang, keseimbangan antara sisi keuangan dan non keuangan dan antara outcome yang diinginkan dan kinerja yang memicu outcome tersebut. Empat perspektif tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perspektif Keuangan ( Financial Perspective)
Balanced scorecard memakai perspektif keuangan sebagai perspektif yang terjadi akibat dari perspektif yang lain (customer, proses bisnis internal dan pembelajaran & pertumbuhan) atau dengan katanya lain perspektif ini secara otomatis akan terwujud dari baik buruknya kinerja 3 perspektif dibawahnya. Pengukuran kinerja keuangan mengindikasikan apakah strategi perusahaan, penerapannya, dan pelaksanaannya memberikan kontribusi pada peningkatan yang mendasar. Oleh karena itu persepektif keuangan tidak memilki initiative stratetegik untuk mencapai sasaran strategic. Sasaran strategic dari perspektif keuangan adalah shareholder value seperti meningkatnya ROI (Return on Investment), pertumbuhan pendapatan perusahaan, dan berkuranganya biaya produksi.
2. Perspektif Kustomer (Costumer Perspective)
Pada perspektif ini, perusahaan mengidentifikasikan dan mendefinisikan pelanggan dan segmen pasarnya. Perspektif ini memiliki beberapa pengukuran utama dari outcome yang sukses dengan formulasi dan penerapan strategi yang baik. Sasaran strategic dari perspektif customer ini adalah Firm equity diantaranya adalah meningkatnya kepercayaan customer atas produk dan jasa yang ditawarkan perusahaan, kecepatan layanan yang diberikan dan kualitas hubungan perusahaan dengan kustomernya.
3. Perspektif Proses bisnis /internal ( Internal Process Perspective)
Fokus dalam perspektif ini adalah proses internal dari manajemen perusahaan yang harus dilakukan. Proses internal yang harus dilakukan adalah proses yang berhubungan dengan penciptaan barang dan jasa sehingga dapat menarik dan mempertahankan pelanggan di pasar yang akhirnya dapat memuaskan ekspektasi pemegang saham. Perbedaan fundamental antara pendekatan tradisional dan Balanced scorecard sebagai berikutp pendekatan tradisional bertujuan untuk memantau dan meningkatkan proses bisnis yang telah ada. Sementara pendekatan Balanced scorecard akan selalu mengindentifikasi keseluruhan proses yang BARU dimana perusahaan harus memenuhi tujuan keuangan dan pelanggannya. Sasaran strategic dari perspektif proses bisnis ini adalah organizational capital seperti meningkatnya kualitas proses layanan kepada customer, komputerisasi proses layanan kepada customer, dan penerapan insfrastruktur teknologi yang memudahkan pelayanan kepada customer.
4. Perspektif Pembelajaran dan pertumbuhan ( learning and Growth perspective)
Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan ini mengindentifikasi infrastruktur yang harus dibangun perusahaan untuk membentuk pertumbuhan dan perkembangan perusahaan di jangka panjang. Sasaran strategic dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah human Capital. Sebagai contoh peningkatan kompetensi dan komitmen dari staff perusahaan.
Gambaran mengenai 4 perspektif dalam Balance scorecard terlihat dalam diagram yang dinamakan cause and effect diagram atau diagram hubungan sebab akibat. Dalam diagram tersebut tergambar antara hubungan sasaran strategic dengan dalam perspektif yang berbeda. Balanced scorecard mengidentifikasi dan membuat secara eksplisit hipotesis tentang hubungan sebab akibat antara pengukuran outcome dan pemicu kinerja dari outcome tersebut.
Proses pembuatan Balance scorecard secara manual memang diakui memerlukan energi yang besar dan diperlukan ketekunan yang tinggi, dimulai pada saat pendefinisian visi dan misi perusahaan, sasaran strategic perusahaan, pengukuran hasil (outcome measure) dan pemicu kinerja berdasarkan perspektif Balance scorecard yang disesuaikan dengan setiap unit bisnis dalam perusahaan. Dapat dipastikan bahwa penerapan Balance scorecard secara manual mempunyai tingkat kegagalan yang besar terutama dalam konsistensi dan komunikasi antara top, middle, lower management.
III. Contoh Investasi modal
Berinvestasi merupakan keputusan untuk masa depan dalam jangka waktu yang relatif lama. Karena kita hidup saat ini dan untuk masa depan, maka keputusan untuk berinvestasi dalam bentuk apapun akan menjadi hal yang sangat penting. Tentu saja harus dengan pertimbangan yang matang dan menghindari sekecil mungkin kesalahan yang dibuat.
Berikut kesalahan umum dalam investasi :
1. Tidak melakukan apa-apa.
Memang tidak ada jaminan bahwa pasar akan naik setelah kita mulai berinvestasi. Tapi yang pasti , tanpa melakukan apa-apa dijamin kita tidak akan mendapatkan masa pensiun yang menyenangkan. Hal ini serupa dengan langkah utama dalam bisnis online, yaitu “Harus berani memulai.”
2. Telat memulai.
Telat memulai merupakan dosa kedua dalam berinvestasi. Semakin awal anda mulai, semakin baik masa depan anda. Hal ini bisa dibuktikan melalui table pada artikel pada posting investasi akumulasi. Bayangkan berapa ruginya Anda ketika telat memulai, bahkan telat 1 tahunpun.
3. Berinvestasi Sebelum Melunasi Tagihan Kartu Kredit.
Investasi anda jadi tidak berarti jika pendapatan anda terus digerogoti bunga kartu kredit. Bunga tagihan kartu kredit luar biasa mahalnya, berkisar antara 24-36% p.a. Bayar dulu tagihan kartu kredit anda baru berinvestasi. Atau, gunakanlah kartu kredit Anda dengan sangat bijaksana, dan sedapat mungkin langsung lunasi, jangan tergiur dengan cara pembayaran minimum, karena bunga kartu kredit ini akan mencekik keuangan Anda.
4. Investasi untuk Jangka Pendek.
Sisihkan dana jangka pendek saja untuk instrumen jangka pendek. Untuk investasi di pasar modal, pastikan dana ini tidak akan anda butuhkan setidaknya 3-5 tahun ke depan. Ingat tujuan investasi yang utama adalah untuk masa depan dengan jangka waktu yang panjang.
5. Cari aman.
Kalau kita masih sangat muda, mayoritas bisnis investasi harus di pasar modal. Karena punya waktu yang sangat panjang, investor muda punya kesempatan untuk memanfaatkan setiap koreksi tajam di pasar dan mengambil keuntungan untuk jangka panjang. Walau sejalan dengan umur kita mungkin butuh obligasi yang memberikan pendapatan yang tetap. Saham mesti mendapat porsi mayoritas.
6. Terlalu berspekulasi.
Tidak setiap instrument investasi cocok untuk setiap orang. Kita akan coba cari jenis bisnis investasi yang cocok dengan profil psikologis investasi anda pada bahasan berikutnya.Walaupun anda seorang yang super berani, tidak sepatutnya menempatkan semua uang pada satu saham yang sangat spekulatif.
7. Terlalu sering bertransaksi.
Investor yang terlalu suka trading sering terjebak dengan psikologis pasar sehingga menjual ketika harga rendah dan beli ketika harga tinggi. Selain akan menambah biaya investasi, investor yang suka trading cenderung untuk kehilangan potensi keuntungan jangka panjang.

5.1 TINGKAT PENGEMBALIAN MINIMUM

 MENETAPKAN TINGKAT PENGEMBALIAN MINIMUM YANG DIINGINKAN (MARR)
Tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (MARR) merupakan indicator dalam pengambilan keputusan manajemen dari beberapa pertimbangan. Diantara pertimbangan tersebut, sebagai berikut:
  1. Jumlah uang yang tersedia untuk investasi, dan sumber serta biaya dari dana tersebut (yaitu dana ekuitas atau dana pinjaman)
  2.  Jumlah proyek baik yang tersedia untuk investasi dan keperluannya (yaitu apakah mempertahankan operasi yang ada sekarang dan bersifat esensial atau memperluas operasi sekarang dan bersifat elektif)
  3.  Besarnya resiko yang dirasakan sehubungan dengan peluang-peluang investasi menjadi ada untuk perusahaan dengan biaya diperkirakan untuk mengelola proyek-proyek dalam cakrawala perencanaan pendek terhadap cakrwala perencanaan panjang.
  4. Jenis organisasi yang terlihat (yaitu pemerintah, utilitas public, atau industri kompetitif).
Dalam teori MARR yang sering disebut sebagai tingkat tariff (hurdle rate) haruslah dipilih untuk memaksdimumkan kesejahteraan ekonomis suatu organisasi, sesuai dengan jenis-jenis pertimbangan di atas. Suatu pendekatan popular dalam menentukan MARR melibatkan titik pandang biaya kesempatan (opportunity cost), dan hal ini berakibat pada fenomena pencatuan modal (capital rationing).  Pencatuan modal terjadi apabila manajemen memutuskan untuk membatasi modal yang diinvestasikan. Situasi ini dapat terjadi apabila jumlah modal yang tersedia tidak mencukupi untuk mendukung semua kesempatan investasi yang menguntungkan.

METODE NILAI SEKARANG (PW)

PW berdasarkan pada konsep keekivalenan nilai dari seluruh arus kas relative terhadap beberapa dasar atau titik awal dalam waktu yang disebut sebagai sekarang. Artinya jumlah seluruh arus kas yang masuk dan arus kas yang keluar diperhitungkan terhadap titik waktu sekarang pada suatu tingkat bungan yang umumnya MARR.

PW dari alternatif investasi adalah suatu ukuran mengenai seberapa banyak uang yang mampu dibayarkan oleh suatu perusahaan atau pribad untuk investasi tersebut, melebihi biayanya. Untuk mendapatkan PW sebagai fungsi dari i% (per periode bunga) dari serangkaian kas masuk dank as keluar, jumlah di masa yang akan datang perlu didiskonto ke masa sekarang denagn menggunakan tingkat bungan selama periode penelaahan yang tepat (misalnya tahun) dengan cara sebagai berikut:


5.2 NET PRESENT VALUE
 
 Apa itu NPV? Ini merupakan suatu nilai bersih dari hasil pengurangan manfaat serta biaya pada tingkat suku bunga tertentu yang dikumulatifkan dari tahun ke tahun.
Untuk bisa memperoleh hasil perhitungan NPV tersebut dalam Excel, di kesempatan kali ini saya akan memberikan contoh barisan sel dari data perhitungan nilai NPV suatu perusahaan yang didapatkan berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial pada tingkat suku bunga 10% dan lamanya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan tersebut yakni sekitar 10 tahun.

Pada gambar diatas bisa dilihat Kolom B dan C merupakan barisan sel input data, sementara itu untuk kolom D, E dan F merupakan hasil perhitungan. Sel E3 dihitung untuk memperoleh nilai DF sekitar 10% yang terdapat pada sel E2 sebagai acuan sel absolut bisa menggunakan rumus dibawah ini :
=1/(1+$E$2)^B3
Setelah nilai DF didapat, selanjutnya dikalikan dengan nilai pada sel C3 untuk menghasilkan nilai PV dengan menggunakan rumus pada Sel F3:
=C3*E3
Sehingga diperoleh total NPV pada Sel F14 dengan rumus:
=SUM(F3:F13)
Selain cara tersebut diatas, Anda juga dapat menggunakan fungsi NPV seperti pada sel F15 sebagai berikut:
=C3+NPV($E$2,C4:C13)
Sedangkan untuk NET PRESENT VALUE merupakan selisih uang yang diperoleh dan uang yang sudah dikeluarkan dengan metode time value of money.
Rumus time value of money yang present value ini bertujuan untuk mengetahui nilai uang saat ini. Itulah sebabnya uang tersebut akan diterima di masa depan, berikut cara mengetahui metode perhitungannya.
Bila…
Berarti…
Maka…
NPV > 0
investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi perusahaan
proyek bisa dijalankan
NPV < 0
investasi yang dilakukan akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan
proyek ditolak
NPV = 0
investasi yang dilakukan tidak mengakibatkan perusahaan untung ataupun merugi
Kalau proyek dilaksanakan atau tidak dilaksanakan tidak berpengaruh pada keuangan perusahaan. Keputusan harus ditetapkan dengan menggunakan kriteria lain misalnya dampak investasi terhadap positioning perusahaan.
Baca juga : Cara Menghitung ROI (Return On Investment)
Contoh kasus:
A pada hari ini mendapat pinjaman dari B sebanyak Rp 100 juta yang ingin saya investasikan selama satu tahun. Ada 3 pilihan bagi saya untuk menanamkan uang saya tersebut, yaitu :
1. Deposito 12 bulan dengan bunga 8%/thn,
2. Beli rumah lalu dikontrakkan Rp 10 jt/thn untuk kemudian semoga bisa dijual di akhir tahun dengan harga Rp 150 juta,
3. Beli emas sekarang dan dijual akhir tahun.

Supaya lebih mudah memilih investasi yang bisa saling menguntungkan maka A harus tahun berapa nilai sekarang dari hasil investasi untuk masing-masing pilihan. Atau bisa juga menganalisa berapa rupiah uang yang nantinya akan diterima. A terima dari masing-masing pilihan investasi seandainya hasil investasi tersebut A terima sekarang.
NPV adalah hasil penjumlahan PV pengeluaran untuk investasi dan PV penerimaan dari hasil investasi.
Rumus untuk menghitung Present Value adalah :
PV = C1 / (1 + r)
Dimana C1 = Uang yang akan diterima di tahun ke-1.
r                  = Discount rate/ opportunity cost of capital.
Tingkat pengembalian/hasil investasi (%) dari investasi yang sebanding.

Sedangkan rumus NPV adalah :
NPV = C0 + ( C1 / (1 + r))
Dimana C0 = Jumlah uang yang diinvestasikan (karena ini adalah pengeluaran, maka menggunakan bilangan negatif).
Untuk menghitung NPV Deposito, saya menggunakan discount rate (r) sebesar 4 %. Angka ini saya ambil dari tingkat bunga tabungan.
Jadi ,
NPV Deposito = (-100 jt) + (108 jt / ( 1 + 0,04 ))
= (- 100 juta) + 103,85 juta
= 3,85 juta
Lumayan juga hasilnya.

Untuk menghitung NPV Rumah, saya gunakan discount rate 12 % untuk mengakomodasi tingkat risiko.
NPV Rumah = (- 100 jt + 10 jt) + (150 jt / ( 1 + 0,12))
= ( – 90 jt) + 133,93 jt
= 43,93 jt

Untuk menghitung NPV Emas, discount rate-nya 0 %, karena emas meskipun berfungsi sebagai store of value / alat penyimpan kekayaan, emas tidak memberikan hasil.
NPV Emas = (- 100 jt) + ( 100 Jt / (1 + 0,00)) = 0 jt
Untuk berikutnya mari kita coba menghitung harga emas 10 tahun kemudian:
Harga Oktober 1998 adalah USD 300/oz dan harga Oktober 2008 adalah USD 900/oz.
Dengan penghitungan sederhana, saya peroleh rata-rata kenaikan harga emas adalah 20%/thn.

Jadi penghitungan ulang untuk NPV Emas adalah :
NPV Emas = ( -100 jt) + (120 jt / (1+0,00))
= (- 100 jt) + 120 jt
= 20 jt


5.3 FUTURE WORTH VALUE

Nilai yang akan datang atau future value adalah nilai uang di massa yang akan datang dengan tingkat bunga tertentu.Future value atau nilai yang akan datang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Fn  = P ( 1 + r ) n
Keterangan:
Fn        = ( Future value ( nilai pada akhir tahun ke n )
P          = ( Nilai sekarang ( nilai pada tahun ke 0 )
r           = Suku bunga
n          = Jangka Waktu ( tahun )
Rumus diatas mengasumsikan bahwa bunga di gandakan hanya sekali dalam setahun, jika bunga digandakan setiap hari , maka rumusnya menjadi:
FV = PV ( 1 + r /360 ) 360.n
Contoh  :
Tanti meminjam uang di suatu bank sebanyak Rp. 55.555.555 untuk jangka waktu 4 tahun, dengan tingkat bunga 5% per tahun. Berapakah jumlah seluruh uang yang harus dikembalikan Tanti pada saat pelunasan?
Dik :
P          = 55.555.555
r           = 5% = 0,05
n          = 4
Dit : F4 ?
Jawab :
F4 = P (1 + r )n
F4= 55.555.555 (1+(0,05))4
F4=67.528.125
 
5.4 ANNUAL WORTH VALUE
 
Annual merupakan seri dari pembayaran sejumlah uang dengan sejumlah yang sama selama periode waktu tertentu pada tingkat bunga tertentu. Pembayaran ini dapat dilakukan pada akhir tahun yang berjalan.
Maka perhitungannya dapat dirumuskan :
F = A ( 1 + i )n – 1 / i
Dimana :
F = Nilai sejumlah uang pembayaran seri
A = Besarnya pembayaran
i = tingkat bunga
n = jumlah tahun

Maka ( 1 + i )n – 1 / i diebut ebagai equal series compound amount factor yang dapat diperhitungkan.
Itu mengukur jumlah masa depan nominal uang yang diberikan sejumlah uang yang “layak” pada waktu tertentu di masa depan dengan asumsi tertentu suku bunga , atau lebih umum , tingkat pengembalian , itu adalah nilai sekarang dikalikan dengan fungsi akumulasi. Nilai tidak termasuk koreksi terhadap inflasi atau faktor lain yang mempengaruhi nilai sebenarnya dari uang di masa depan. Ini digunakan dalam nilai waktu dari uang perhitungan. adalah nilai suatu aset pada tanggal tertentu.Itu mengukur jumlah masa depan nominal uang yang diberikan sejumlah uang yang “layak” pada waktu tertentu di masa depan dengan asumsi tertentu suku bunga , atau lebih umum , tingkat pengembalian , itu adalah nilai sekarang dikalikan dengan fungsi akumulasi. Nilai tidak termasuk koreksi terhadap inflasi atau faktor lain yang mempengaruhi nilai sebenarnya dari uang di masa depan. Ini digunakan dalam nilai waktu dari uang perhitungan.
untuk menghitung annual worth value digunakan rumus


5.5 INTERNAL RATE OF RETURN

Metode ini untuk membuat peringkat usulan investasi dengan menggunakan tingkat pengembalian atas investasi yang dihitung dengan mencari tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas masuk proyek yang diharapkan terhadap nilai  sekarang biaya proyek atau sama dengan tingkat diskonto yang membuat NPV sama dengan nol.
IRR yang merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi. Suatu proyek/investasi dapat dilakukan apabila laju pengembaliannya (rate of return) lebih besar dari pada laju pengembalian apabila melakukan investasi di tempat lain (bunga deposito bank, reksadana dan lain-lain). IRR digunakan dalam menentukan apakah investasi dilaksanakan atau tidak, untuk itu biasanya digunakan acuan bahwa investasi yang dilakukan harus lebih tinggi dari Minimum acceptable rate of return atau Minimum atractive rate of return (MARR) . MARR adalah laju pengembalian minimum dari suatu investasi yang berani dilakukan oleh seorang investor.
Dengan rumus umum sebagai berikut :
Penerimaan atau penolakan usulan investasi ini adalah dengan membandingkan IRR dengan tingkat bunga yang disyaratkan (required rate of return). Apabila IRR lebih besar dari pada tingkat bunga yang disyaratkan maka proyek tersebut diterima, apabila lebih kecil diterima.
IRR adalah nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan nol. Discount rate yang dipakai untuk mencari present value dari suatu benefit/biaya harus senilai dengan opportunity cost of capital seperti terlihat dari sudut pandangan si penilai proyek. Konsep dasar opportunity cost pada hakikatnya merupakan pengorbanan yang diberikan sebagai alternatif terbaik untuk dapat memperoleh sesuatu hasil dan manfaat atau dapat pula menyatakan harga yang harus dibayar untuk mendapatkannya.

5.6 EXTERNAL RATE OF RETURN

Tingkat eksternal pengembalian adalah tingkat pengembalian di mana nilai sekarang dari serangkaian arus kas akan menjadi nol, di mana semua uang tunai mengalir dalam selama proyek tersebut diinvestasikan kembali pada tingkat pengembalian tambahan
Payback Period
Periode “Payback” menunjukkan berapa lama (dalam beberapa tahun) suatu investasi akan bisa kembali. Periode “Payback” menunjukkan perbandingan antara “initial investment” dengan aliran kas tahunan, dengan rumus umu sebagai berikut :
Nilai Investasi
Payback Period = _______________
Proceed

Apabila periode payback kurang dari suatu periode yang telah ditentukan proyek tersebut diterima, apabila tidak proyek tersebut ditolak.
Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan – penerimaan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut juga untuk mengukur kecepatan kembalinya dana investasi.
Kebaikan dan Kelemahan Payback Method

Kebaikan Payback Method
1) Digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi dengan resiko yang besar dan sulit.
2) Dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya cepat.
3) Cukup sederhana untuk memilih usul-usul investasi.
Kelemahan Payback Method
1) Tidak memperhatikan nilai waktu dari uang.
2) Tidak memperhitungkan nilai sisa dari investasi.
3) Tidak memperhatikan arus kas setelah periode pengembalian tercapai.

Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya berbeda
a – b
Payback Period = n +_____ x 1 tahun
c – b

n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi mula-mula
a = Jumlah investasi mula-mula
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n
c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya sama
Investasi awal
Payback Period = ____________ x 1 tahun
Arus kas
· Periode pengembalian lebih cepat : layak
· Periode pengembalian lebih lama : tidak layak
· Jika usulan proyek investasi lebih dari satu maka periode pengembalian yang lebih cepat yang dipilih.



Sumber :http://mayorpelangi.blogspot.co.id/2010/04/aplikasi-aplikasi-hubungan-nilai-uang_20.html 
http://aboutengineeringeconomy.blogspot.co.id/2012/04/ 
http://caraharian.com/rumus-npv.html 
http://nurulfauuziyah.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-dan-perhitungan-present_29.html 
https://ecobudis.wordpress.com/2011/10/11/ekonomi-teknik/ 
https://kelincicoklatdiary.wordpress.com/2010/10/14/net-present-value-npv-dan-internal-rate-of-return-irr/ 
https://mazzeko.wordpress.com/2011/12/28/ekonomi-teknik/ 
 


 


Komentar