EKONOMI MANAGEMENT PART II

When you looking the walking rock walking,is one day closer to death.

 2.KONSEP BIAYA DAN LINGKUNGAN EKONOMI.


A. Konsep Biaya
Persatuan Akuntansi Indonesia menggunakan istilah biaya sebagai cost dan istilah beban sebagai axpense. Cost adalah pengorbanan sumber daya ekonomis tertentu untuk memperoleh sumber daya ekonomis lainnya. Secara sederhana cost adalah sejumlah kas yang dikeluarkan untuk membeli barang dagangan. Sedangkan Expense adalah pengorbanan sumber daya ekonomis untuk memperoleh penghasilan. Jika barang dagangan dijual, maka cost yang melekat pada barang dagangan tersebut kini berubah menjadi expense. Pada pembahasan selanjutnya istilah harga pokok dinyatakan sebagai cost, dan istilah harga pokok penjualan dinyatakan sebagai expense.

B. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Fungsi Perusahaan 1. Biaya Produksi
Adalah biaya –biaya yang diperlukan untuk memperoleh bahan baku (mentah) dari pemasok dan mengubahnya menjadi produk selesai yang siap dijual. Elemen biaya produksi terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.

 2. Biaya Penjualan
Adalah biaya yang dikeluarkan untuk memasarkan produk selesai ,termasuk biaya iklan,
Biaya gaji para pramuniaga,biaya angkut barang –barang yang di jual, dan gaji manajer pemasaran.
3. Biaya Administrasi
Adalah biaya yang dikeluarkan untuk administrasi secara umum,seperti gaji para eksekutif ,biaya penyelenggaraan akuntasi,gaji pegawai bagian administrasi , dan biaya habis pakai.

C. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Perioda
1. Biaya Produk

Adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh atau memproduksi barang/produk . Biaya-biaya ini dipertemukan (ditandingkan) dengan pendapatan pada periode penjualan produk.
2. Biaya Perioda
Adalah biaya yang diindentifikasi dengan interval waktu tertentu karena tidak diperlukan untuk memperoleh barang/produk yang akan dijual. Biaya perioda diakui sebagai biaya (ditandingkan dengan penghasilan) pada perioda terjadinya. Biaya-biaya ini tidak boleh dimasukkan sebagai elemen harga pokok persediaan dan karenanya disebut juga noniventoriable cost. Contoh biaya perioda adalah gaji manajer pemasaran,gaji direktur,penyusutan gedung kantor administrasi , biaya iklan, biaya listrik untuk kantor administrasi dan pemasaran , rekening langganan Koran,biaya telpon, dan lain sebagainya.


D. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Penelusuran Objek Biaya 1. Biaya Langsung
Adalah biaya yang dapat ditelusuri atau diidentifikasi ke suatu objek biaya tertentu karena hanya dikeluarkan untuk manfaat objek biaya itu sendiri.
2. Biaya Tak Langsung
Adalah biaya yang dikeluarkan untuk lebih dari suatu objek biaya dan tak dapat ditelusuri ke salah satu objek biaya tertentu;karenanya biaya tersebut bersifat umum disebut common cost.

E. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Perubahan Volume Kegiatan 1. Biaya Tetap
Adalah biaya yang jumlah totalnya tetap, tidak berubah untuk suatu periode tertentu. Biaya tidak akan naik ataupun turun meskipun volume kegiatannya bervariasi.
Jadi, biaya tetap adalah biaya yang totalnya tetap untuk suatu perioda tertentu dan per unitnya berubah – ubah berbanding terbalik dengan volume kegiatan.

 2. Biaya Variabel
(variable cost) adalah biaya yang jumlah totalnya bervariasi secara proporsional dengan variasi volume kegiatan, tetapi jumlah per unitnya tetap. Sebagai contoh adalah upah tenaga kerja langsung sebesar 1.000 rupiah untuk setiap unit produk yang dihasilkan. Upah adalah 5.000 rupiah bila 5 unit yang diproduksi dan upah adalah 10.000 rupiah bila 10 yang diproduksikan . perhatikan bahwa upah total berubah-ubah sesuai jumlah produk yang dihasilkan, akan tetapi upah per unitnya konstan. Biaya bahan baku , komisi berdasarkan persentase penjualan, dan biaya telepon berdasarkan lamanya penggunaan merupakan contoh biaya variabel.

F. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Kendali Manajer
1. Biaya Terkendali
Adalah biaya yang secara signifikan dapat di pengaruhi dan dikendlikan oleh manajer tertentu pada perioda tertentu.
2. Biaya Tak Terkendali
Adalah biaya yang secara signifikan tak dapat di pengaruhi dan di kendalikan oleh manajemen tertentu pada perioda tertentu.

 G. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Pengambilan Keputusan
1. Biaya Relevan
Adalah biaya akan terjadi dimasa mendatang perbedaan di antara pelbagai alternative keputusan. Sebagai contoh, manajemen akan memilih alternatif mengunakan mesin foto copy merek X atau merek Y. upah operator mesin foto copy mungkin releven dan mungkin tak relevan jika upah operator mesin foto copy X sama dengan upah operator mesin foto copy merek Y, maka upah bukanlah biaya relevan dalam pengambilan keputusan ini.tetapi Jika berbeda,maka upah operator adalah biaya relevan. Beda antara dua atau lebih biaya relevan di sebut differential cost.
2. Biaya Tak Relevan
Adalah biaya yang tak memenuhi salah satu atau kedua-duanya dari kriteria biaya relevan Oleh karena itu biaya tak relevan tidak perlu dipertimbangkan di dalam pengambilan keputusan. Nilai buku aktiva tetap yang sekarang di gunakan merupakan contoh biaya tak relevan .Nilai buku adalah cost aktiva tetap yang belum didepresiasi. Keputusan apapun yang akan diambil oleh manajemen terhadap aktiva tetap tersebut tidak akan dapat mengubah cost yang masih tersisa itu.

 3. Biaya Terhindarkan
Adalah biaya yang dapat dihindarkan jika satu alternatif keputusan diambil. Misalnya, perusahan mempunyai tiga bagian penjualan lini produk A, B, dan C . jika bagian lini produk A akan ditutup maka gaji pegawai pada bagian itu dapat di hindarkan, dalam arti tidak akan dikeluarkan lagi gaji tersebut.
4. Biaya Tak Terhindarkan
Jika dikaitkan dengan relevansi biaya terhadap keputusan ,maka biaya terhindarkan adalah biaya relevan dan biaya tak terhindar adalah biaya tak relevan. biaya penyusutan ruangan yang di tempati bagian itu tidak akan dapat dihindarkan .Biaya seperti ini di sebut unavoidable cost atau biaya tak terhindarkan.

 H. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Dampak Keputusan
1. Sunk Cost
Adalah biaya yang telah dikeluarkan dan yang tak dapat diubah oleh keputusan sekarang atau masa yang akan datang. Karena tak dapat diubah kini dan yang akan datang , biaya tersebut tak dapat di gunakan untuk menganalisa alternatif tindakan yang akan datang. Dengan kata lain,biaya ini tidak akan pernah relevan dengan pengambilan keputusan sekarang.
2. Biaya Tunai
(out-of pocket cost) adalah biaya yang membutuhkan pengeluaran kas di masa mendatang akibat keputusan sekarang atau keputusan yang akan datang. Sebagai contoh,perusaahan sekarang mengambil keputusan untuk melakukan ekspansi usaha. Keputusan ini mengakibatkan munculnya biaya – biaya tertentu seperti upah karyawan akan dipekerjakan dan bahan habis pakai yang akan di gunakan. Biaya-biaya ini sudah barang tentu memerlukan pengeluaran kas. Itulah biaya tunai.

 Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi memiliki ruang lingkup mikro dan makro sehingga mudah untuk dipelajari. Keduanya memberikan batasan dan asumsi yang jelas.

  • Ekonomi MikroEkonomi Mikro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari bagian-bagian kecil (aspek individual) dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisis dalam teori ekonomi mikro antara lain meliputi perilaku pembeli (konsumen) dan produsen secara individua dalam pasar. Sikap dan perilaku konsumen tercermin dalam menggunakan pendapatan yang diperolehnya, sedangkan sikap dan perilaku produsen tercermin dalam menawarkan barangnya. Jadi inti dalam ekonomi mikro adalah masalah penentuan harga, sehingga ekonomi mikro sering dinamakan dengan teori harga (price theory).

Tujuan dan sasaran analisis ekonomi mikro lebih dititikberatkan kepada bagaimana membuat pilihan untuk;
1) mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber, dan
2) mencapai kepuasan yang maksimum.

  • Ekonomi Makro Ekonomi Makro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian sebagai suatu keseluruhan (agregate) berkaitan dengan penggunaan faktor produksi yang tersedia secara efisien agar kemakmuran masyarakat dapat dimaksimumkan. Apabila yang dibicarakan masalah produsen, maka yang dianalisis produsen secara keseluruhan, demikian halnya jika konsumen maka yang diananlisis adalah seluruh konsumen dalam mengalokasikan pendapatannya untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan oleh perekonomian. Demikian juga dengan variabel permintaan, penawaran, perusahaan, harga dan sebaginya. Intinya ekonomi makro menganalisis penentuan tingkat kegiatan ekonomi yang diukur dari pendapatan, sehingga ekonomi makro sering dinamakan sebagai teori pendapatan (income theory).

Tujuan dan sasaran analisis ekonomi makro antara lain membahas masalah
1) sisi permintaan agregate dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi, dan
2) pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan prestasi kegiatan ekonomi yang diinginkan.
2.3 Optimasi Rancangan yang Digerakkan Biaya
Untuk masalah-masalah mengoptimalkan rancangan yang digerakkan biaya, dua tugas penting adalah sebagai berikut:
1.Tentukan nilai olptimal untuk variabel rancangan alternatif tertentu.
2.Pilih alternatif terbaik, masing-masing dengan nilai uniknya sendiriuntuk variabel  perancangan.
Secara umum model-model biaya yang dikembangkan dalam masalah-masalah ini terdiri atas tiga jenis biaya:
1.Biaya-biaya tetap
2.Biaya-biaya yang bervariasi langsung terhadap variabelperancangan

2.1 TERMINOLOGI BIAYA
  1. Bab 1 Konsep dan Terminologi Biaya Oleh ; Saptono Kusdanu Waskito,S.E,M.M
  2. Tujuan Bab Ini • Mahasiswa memahami ,mengerti dan dapat menjelaskan : 1. Akuntansi Kuangan dan Akuntansi Manajemen 2. Akuntansi Biaya sebagai Bagian Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen 3. Biaya 4. Struktur Organisasi dan Proses Produksi 5. Cara Penggolongan Biaya 6. Metode pengumpulan Biaya Produksi 7. Metode Full Costing, Variabel Costing
  3. AKUNTANSI KEUANGAN DAN AKUNTANSI MANAJEMEN AKUNTANSI KEUANGAN AKUNTANSI MANAJEMEN Pemakai utama Manajer puncak dan pihak luar Manajer berbagai jenjang Lingkup informasi Perusahaan scr keseluruhan Bagian perusahaan Fokus informasi Orientasi masa lalu Orientasi masa yad Disiplin sumber Ilmu ekonomi Ilmu ekonomi dan psikologi sosial Isi laporan Laporan ringkasan perush keseluruhan Laporan rinci mengenai bagian perusahaan Sifat informasi Ketepatan informasipenting Unsur taksiran besar Rentang waktu Kurang fleksibel.kwrtal,smt,th Fleksibel,harian,mingguan AKUNTANSI AKUNTANSI KEUANGAN AKUNTANSI MANAJEMEN
  4. AKUNTANSI BIAYA MERUPAKAN BAGIAN DARI AKUNTANSI KEUANGAN DAN AKUNTANSI MANAJEMEN • Akuntansi biaya adalah proses pencatatan,penggolongan,peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa,dengan cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya. • Obyek kegiatan akuntansi biaya adalah biaya. • Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan: Membentuk Harga pokok Pengendalian biaya Pengambilan keputusan khusus
  5. Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Costs dimaksudkan untuk mendapatkan manfaat Cost yg sudah dimanfaatkan disebut BEBAN Cost yg belum menjadi beban dilaporkan sebagai ASET pada NERACA Basic Cost ConceptsBasic Cost Concepts
  6. Objek Biaya adalah setiap item, seperti produk,Pelanggan, departmen, proyek, aktifitas, dsbdimana biaya diukur dan dibebankan. Contoh: Buku tulis adalah cost object jika anda menentukan berapa harga pokok buku tulis tsb. Cost ObjectCost Object
  7. Biaya Dalam arti luas 1. Pengorbanan sumber ekonomi 2. Yang diukur dalam satuan uang 3. Yang telah terjadi atau mungkin terjadi 4. Untuk tujuan tertentu
  8. Contoh Biaya • Membayar biaya Kuliah 1 bulan. • Sebesar Rp........ • Biaya kuliah selama 1 bulan • Tujuannya supaya boleh mengikuti kuliah
  9.  Hubungan Biaya dan Akuntansi Biaya • Biaya itu obyek yang harus dicatat, digolongkan, diringkas, disajikan oleh akuntansi biaya
  10. Struktur Organisasi dan Proses Produksi Dalam MenghitungB iaya, Akuntansi Biaya Harus mengikuti pengolahan bahan baku menjadi barang jadi
  11. Cara Penggolongan Biaya • Dikenal istilah Different Costs for different purposes. • Penggolongan biaya ditetapkan berdasarkan tujuan yang hendak dipakai : • Penggolongan Biaya berdasar: 1. Objek Pengeluaran 2. Fungsi Pokok Perusahaan 3. Hubungan Biaya dengan sesuatu yang dibiayai 4. Perilaku Biaya dalam hubungannya dengan volume 5. Jangka waktu pemanfaatannya
  12. 1.Penggolongan Biaya Menurut Objek Pengeluaran • Nama objek pengeluaran menjadi dasar penamaan penggolongan biaya • Untuk bahan bakar : Biaya Bahan Bakar • Untuk listrik : biaya listrik • Untuk kuliah : biaya kuliah
  13.   2.Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Pokok Perusahaan • Fungsi Produksi : Biaya Produksi • Fungsi Administrasi dan Umum : B.Adm Um • Fungsi Pemasaran : B. Pemasaran.
  14. 3. Penggolongan Biaya menurut Hubungan Biaya dengan Yang dibiayai 1.Biaya Langsung ( Direct Cost) : Biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya karena sesuatu yang dibiayai. 2.Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost) . Biaya yang terjadinya tidak disebabkan oleh satu hal yang harus dibiayai, tapi beberapa hal.
  15. Contoh Biaya Langsung • Biaya Produksi Langsung : terdiri dari Biaya Bahan Baku Langsung, Biaya Tenaga Kerja Langsung, biaya depresiasi mesin
  16. Contoh Biaya Tidak Langsung • Biaya Produksi TL = • Biaya Bahan Baku (BB) Tidak Langsung + Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung. • Misal Biaya beli air Aqua • Misal Biaya Tenaga Kerja Pembersih • Biaya Mandor untuk proses A, B, C
  17. 4.Penggolongan Biaya Menurut Perilaku dalam Hubungannya dengan Perubahan Volume • Biaya Varibel: Biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan • Biaya Semivariabel : biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan • Biaya Semi Fixed : biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu, dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu • Biaya Fixed : Biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran tertentu
  18. Adalah biaya yang besarnya selalu berubah sesuai dengan perubahan aktivitas produksi yang dilakukan.. BIAYA VARIABEL ( Variable Cost)
  19. BIAYA VARIABELBIAYA VARIABEL
  20. GRAFIK BIAYA VARIABEL (2,4,6)GRAFIK BIAYA VARIABEL (2,4,6)
  21. BIAYA TETAPBIAYA TETAP Fix CostFix Cost BIAYA TETAPBIAYA TETAP Fix CostFix Cost Biaya Tetap yang besarnya akan tetap, meskipun aktivitas produksi berubah (selama aktivitas produksi tersebut masih dalam range kapasitas produksi yang sama) dalam periode tertentu.
  22. BIAYA TETAPBIAYA TETAP
  23. BIAYA TETAPBIAYA TETAP
  24. BIAYA SEMI VARIABELBIAYA SEMI VARIABEL Adalah biaya yang besarnya akan tetap dalam range kapasitas produksi tertentu, namun dengan penambahan aktivitas produksi dari kapasitas yang tersedia, maka akan terjadi penambahan biaya yang besarnya disesuaikan dengan jumlah aktivitas produksi yang dilakukan. Misalnya, Biaya sewa mesin pewarnaan meja 1 tahun dengan kapasitas 100.000 jam adalah Rp.80.000,00 per tahun. Jika digunakan untuk mencetak lebih dari 100.000 jam akan timbul biaya tambahan Rp.600,00 per-jam. Maka jika digunakan untuk mencetak selama 150.000 jam dalam 1 tahun, biaya yang dikeluarkan perusahaan adalah biaya fixed + Biaya Variael = Rp.80.000.000,00 + (Rp.600 x 50.000) = Rp.110.000.000,00.
  25. Penggolongan Biaya Atas Dasar Jangka Waktu Pemanfaatannya • Pengeluaran Modal : Biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi ( 1 periode akuntansi= 1 tahun kalender ). Pengeluaran Pendapatan : Biaya yang mempunyai manfaat hanya dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran.
  26. Metode Pengumpulan Biaya Produksi • Biaya Produksi: Biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku menjadi barang jadi. Misalnya : bahan baku (BB), biaya tenaga kerja(BTK) , biaya over head pabrik (BOP) • Biaya Non Produksi : Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan non produksi, misalnya biaya kegiatan pemasaran, biaya kegiatan administrasi umum
  27. Metode Penentuan Biaya Produksi
  28. Metode Penentuan Biaya Produksi
  29. Full Costing • Penentuan kos produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam kos produksi. • Full Costing terdiri dari : • Biaya bahan baku (BB) • Biaya tenaga kerja langsung (BTKL) • Biaya Over Head Pabrik (BOP) • Baik yang varibel maupun yang tetap
  30. Format Biaya Menurut Full Costing Biaya Bahan Baku (BB) BB + BTK + BOP Tetap + BOP Variabel Harga Pokok Produksi (HPP) + + Biaya Tenaga Kerja (BTK) Biaya Administrasi + Umum Biaya Administrasi + Umum Total Harga Pokok Produk + + Biaya Overhead Pabrik Tetap (BOP) Tetap Biaya Pemasaran Biaya Pemasaran + BOP Variabel Prime Cost Biaya Konversi
  31. Format Biaya Menurut Variabel Costing Biaya Bahan Baku (BB) BB + BTK + BOP Tetap + BOP Variabel + + Biaya Tenaga Kerja (BTK) Biaya Administrasi + Umum Variabel Total Harga Pokok Produk + + BOP Variabel Biaya Pemasaran Variabel + + BOP Tetap BOP Tetap BOP Tetap + Adm Um Tetap + Biaya Pemasaran Tetap Prime Cost Biaya Konversi
  32. PT " Nampan Maju" Laporan Laba Rugi Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Pendapatan Penjualan 1.000.000 Kos Penjualan Persediaan Awal 10.000 Pembelian 575.000 Kos Barang Yang tersedia untuk dijual 585.000 Persediaan akhir 15.000 Kos Penjualan 570.000 Laba Bruto 430.000 Biaya Usaha Biaya Administrasi Umum 130.000 Biaya Pemasaran 180.000 Biaya Usaha 310.000 Laba Bersih Usaha 120.000 Pendapatan di luar Usaha 19.000 Biaya Di luar usaha 9.000 10.000 Laba Bersih sebelum Pajak 110.000 Pajak Penghasilan 10 % 11.000 Laba Bersih setelah Pajak (EAT) 99.000
  33. Full Costing PT " Nampan Maju" Laporan Laba Rugi Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Pendapatan Penjualan 1.000.000 Kos Penjualan Persediaan Awal Produk Jadi 10.000 Kos Produksi Persediaan Awal Produk dalam Proses 10.000 Biaya Produksi Biaya Bahan Baku 200.000 Biaya Tenaga Kerja Langsung 300.000 Biaya Overhead Pabrik 75.000 575.000 585.000 Persediaan Akhir produk dalam proses 15.000 Kos Produksi 570.000 Kos Produk yang tersedia untuk dijual 580.000 Persediaan Akhir produk jadi 15.000 Kos Penjualam 565.000 Laba Bruto 435.000 Biaya Usaha Biaya Administrasi Umum 130.000 Biaya Pemasaran 180.000 310.000 Laba Bersih Usaha 125.000 Pendapatan di Luar Usaha 19.000 Biaya di Luar Usaha 9.000 10.000 Laba Bersih Sebelum Pajak 135.000 Pajak Penghasilan 10 % 13.500 Laba Bersih Setelah Pajak 121.500
  34. Variable Costing PT " Nampan Maju" Laporan Laba Rugi Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Pendapatan Penjualan 1.000.000 Biaya Variabel Kos Penjualan Variabel : Persediaan Awal Produk Jadi 10.000 Kos Produksi Variabel : Persediaan Awal Produk Dalam Proses 10.000 Biaya Produksi Variabel Biaya Bahan Baku 200.000 Biaya Tenaga kerja Langsung 300.000 Biaya Over Head Pabrik Variabel 75.000 575.000 585.000 Persediaan Akhir Produk dalam proses 15.000 Kos Produksi Variabel : 570.000 Kos Produksi yang tersedia untuk dijual 580.000 Persediaan Akhir Produk Jadi 15.000 Kos Penjualan Variabel : 565.000 Biaya Adm Umum Variabel 130.000 Biaya Pemasaran Variabel 180.000 Total Biaya Variabel 875.000 Laba Kontribusi 125.000 Biaya Tetap Biaya Over Head Pabrik Tetap 1.000 Biaya Adm Umum Tetap 1000 Biaya Pemasaran Tetap 1500 Total Biaya Tetap 3.500 Laba Bersih 121.500 Pph 10 % 12.150
  35. PENGGOLONGAN BIAYA Biaya dapat digolongkan menurut: • Hubungan dengan objek pengeluaran (listrik, bahan bakar ) • Fungsi pokok dalam perusahaan ( B. Prod, Adm, Marketing) • Hubungan dengan Produk / sesuatu yg dibiayai (Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung) • Hubungan dengan jk. Waktu manfaat (biaya modal/capital expenditure dan biaya penghasilan/revanue expenditure • Hubungan dengan volume produksi ( biaya tetap dan biaya variable, biaya semi variable )
  36. Biaya ProduksiBiaya ProduksiBiaya ProduksiBiaya Produksi Bahan Baku: Bahan yg scr langsung dapat diusut ke produk. Contoh: Kayu jati pada Meja Tenaga Kerja: TK yg scr langsung ikut mengerjakan produk/jasa. Contoh: Upah Pekerja BOP asemua biaya produksi selain BB & BTK Contoh: depresiasi pabrik, Bahan habis pakai, Bahan penolong, gaji mandor, dsb.
  37. BIAYA PRODUKSIBIAYA PRODUKSI BB BTKL Biaya Utama /biaya primer BOP Biaya Konversi
  38. • Biaya Produk ( Product cost ), yang disebut juga inventoriable costs, termasuk didalamnya vahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan manufacturing overhead, yang dialokasikan pada setiap unit output. Biaya ini tercatat sebagai nilai persediaan di Neraca ketika belum terjual dan menjadi harga pokok penjualan (COGS) di laporan Laba Rugi ketika produk tersebut terjual. • Biaya Periode ( Period cost ) Dibebankan saat terjadinya karena pengeluaran biaya tersebut akan diharapkan mendukung perusahaan dalam menghasilkan pendapatan pada periode tersebut. Biaya ini bukan inventoriable cost , karena biaya ini tidak dapat diidentifikasi dengan tepat dengan produksi yang spesifik . misal nya biaya R & D , Marketing expense, General & administration expense, Service expense dan lain-lain.
  39.  • Biaya Produksi Langsung, (direct cost) Adalah biaya atau material yang digunakan secara fisik dan langsung untuk menghasilkan suatu objek tertentu sehingga bentuk fisik dari bahan baku masih ada hanya mengalami perubahan bentuk sehingga untuk menghitung besarnya biaya ini biasa ditelusuri/dihitung secara langsung dari objek yang dihasilkan (cost tracing) Misalnya, untuk menghasilkan satu buah meja kayu dibutuhkan 3 meter kayu. Kayu merupakan biaya langsung,karena dalam membuat meja tersebut dibutuhkan kayu, secara fisik kayu tersebut masih ada, namun mengalami perubahan bentuk.
  40. • Biaya Produksi tidak langsung ( Indirect cost) Adalah biaya atau material yang digunakan untuk membuat satu objek tertentu namun secara fisik biaya dan material ini tidak dapat kita lihat di objek yang dihasilkan. Biaya produksi tidak langsung sering disebut juga dengan biaya overhead. Untuk menghitung besarnya biaya ini tidak bisa ditelusuri secara langsung ke objeknya, namun digunakan metode pengalokasian terhadap objek-objek yang dihasilkan (cost allocation). Misalnya bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur – penghasil meja kayu. Untuk menghasilkan meja kayu, digunakan gedung yang digunakan untuk proses produksi. Biaya sewa gedung tersebut merupakan biaya produksi tak langsung. Dan ketika meja tersebut sudah dihasilkan, secara fisik kita tidak bisa melihat secara langsung adanya biaya produksi ini.
  41. • Biaya non-produksi, Adalah biaya yang diperlukan dalam rangka mendukung perusahaan menghasilkan pendapatan dalam satu periode akuntansi. Biaya ini disebut juga dengan biaya perodik. Dalam hal contoh diatas, yaitu memproduksi meja kayu, biaya non produksi terdiri atas biaya pemasangan iklan, biaya gaji karyawan dibagian marketing, ongkos angkut barang yng dijual, dll.
  42. • Biaya relevan, adalah biaya yang mempunyai nilai dimasa yang akan datang dan nilainya berbeda diantara berbagai alternatif keputusan. Biaya relevan digunakan untuk pengambilan keputusan khusus, seperti memproduksi sendiri atau membeli dari fihak luar, mengganti mesina tau tidak. • Biaya historis (sunk cost), adalah biaya yang telah terjadi di masa lampau dan tidak terpengaruh oleh pengambilan keputusan dimasa sekarang atau masa yang akan datang.
  43. • BIAYA PELUANG (opportunity cost) Biaya peluang adalah biaya yang muncul dari hilangnya keuntungan akibat pilihan atau penggunaan sumber daya untuk tujuan tertentu. Misalnya, untuk bekerja di perusahaan A dengan gaji 4 juta, Budi kehilangan mendapat gaji sebesar 3 juta di perusahaan B dan 2 juta di perusahaan C, maka besarnya biaya peluang atas pilihan bekerja di perusahaan A adalah 3 juta.
  44.  • Biaya actual membebankan biaya didasarkan pada kuantitas actual bagi biaya langsung dan biaya tidak langsung • Biaya Normal membebankan biaya produk didasarkan pada bahan baku dan tenaga kerja langsung actual akan tetapi overhead yang muncul dialokasikan berdasarkan rate anggrannya. • Biaya stándar, adalah biaya yang telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan biaya per-unit yang realistik. Sistem biaya stándar ini dapat mengeliminasi varian antara actual dan anggaran.

2.2 LINGKUP EKONOMI UMUM

 Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnyaekonomi seperti yang telah disebutkan di atas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.
Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah “pembuatan keputusan” dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama. Gary Beckerdari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini terkadang digambarkan sebagaiekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.
Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan “apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi? ” The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.
Sejarah perkembangan ilmu ekonomi
Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutamayang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Moneyyang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling “bertarung” dalam dunia ilmuekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.
Metodologi
Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.
Empat aspek yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis ekonomi. Aspek-aspek tersebut adalah:
? Masalah pokok ekonomi yang di hadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan. Berdasarkan uraian mengenai masalah ekonomi pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu ekonomi.
? Jenis-jenis analisis ekonomi.
? Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
? Bentuk-bentuk alat analisis yang digunakan pakar ekonomi dalam menerangkan teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa yang terjadi dalam perekonomian.
Masalah Ekonomi dan Kebutuhan untuk Membuat Pilihan
Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalanyang bersifat ekonomi…”Apakah yang diartikan dengan kegiatan ekonomi?”
Kegiatan ekonomi dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi (menggunakan) barang dan jasa tersebut.
Masalah Ekonomi dan Kebutuhan untuk Membuat Pilihan
Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalanyang bersifat ekonomi…”Apakah yang diartikan dengan kegiatan ekonomi?”
Kegiatan ekonomi dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi (menggunakan) barang dan jasa tersebut.
Masalah Pokok Perekonomian: Kekurangan
Masalah kelangkaan
Masalah kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara (i) kebutuhan masyarakat (ii) faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat.
Faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Oleh karenanya masyarakat tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barangyang mereka butuhkan atau inginkan. Mereka perlu membuat dan menentukan pilihan.
Kebutuhan Masyarakat
Yang dimaksudkan dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Sebagian barang dan jasa ini diimportdari luar negeri. Tetapi kebanyakan diproduksikan di dalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk:
• Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli.
• Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli.
Keinginan yang disertai dengan kemampuan untuk membeli dinamakan permintaan efektif.
Jenis-jenis Barang
1. Berdasarkan kepentingan barang tersebut dalam kehidupan manusia. Barang-barang tersebut dibedakan kepada barang inferior (contoh: ikan asin dan ubi kayu), barang esensial (contoh: beras, gula dan kopi), barang normal (contoh: baju dan buku) dan barang mewah (contoh: mobil dan emas).
2. Berdasarkan cara penggunaan barang tersebut oleh masyarakat. Barang-barang tersebut dibedakan menjadi barang pribadi (contoh: makanan, pakaian dan mobil) dan barang publik (contoh: jalan raya, lampu lalu lintas dan mercu suar).
Faktor-faktor produksi
Yang dimaksudkan dengan faktor-faktor produksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa.
Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan kepada empat jenis, yaitu:
1. Tanah dan sumber alam, faktor produsi ini disediakan oleh alam. Faktor produksi ini meliputi tanah, barang tambang, hasil hutan dan sumber alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.
2. Tenaga kerja, faktor produksi ini bukan saja jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi keahlian dan keterampilan. Dari segi keahlian dan pendidikannya tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: tenaga kerja kasar, tenaga kerja terampil dan tenaga kerja terdidik.
3. Modal, faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang dibutuhkan.
4. Keahlian keusahawanan, faktor produksi ini berbentuk keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Kealian keusahawanan meliputi kemahiran mengorganisasi ketiga sumber atau faktor produksi tersebut secara efektif dan efisien sehingga usahanya berhasil dan berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.
Sifat-sifat Teori Ekonomi
Sifat-sifat umum dari teori-teori di dalam ilmu ekonomi. Setiap teori mempunyai 4 unsur penting berikut:
• Definisi-definisi yang menjelaskandengan sebaik-baiknya variabel-variabel yang sifat-sifat hubungannya akan diterangkan dalam teori tersebut.
• Sejumlah asumsi-asumsi atau pemisalan-pemisalan mengenai keadaan yang harus wujud supaya teori itu berlaku dengan baik.
• Satu atau beberapa hipotesis mengenai sifat-sifat hubungan di antara berbagai variabel yang dibicarakan.
• Satu atau beberapa ramalan mengenai keadaan-keadaan yang akan berlaku.
Alat-alat Analisis dalam Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi memerlukan beberapa alat analisis untuk menerangkan teori-teorinya dan untuk menguji kebenaran teori-teori tersebut. Grafik dan kurva adalah alat analisis yang utama dalam teori ekonomi. Dalam teori yang lebih mendalam, matematika dan persamaan matematika memegang peranan yang sangat penting. Di samping itu statistik adalah alat analisis untuk mengumpulkan fakta dan menguji kebenaran teori ekonomi.
Peranan Ahli Ekonomi dalam Kebijakan Ekonomi
Tugas dari ahli-ahli ekonomi adalah memikirkan cara-cara dengan menggunakan teori-teori ekonomi sebagai landasan untuk menghindari pertentangan yang mungkin timbul dalam mencapai berbagai tujuan tersebut secara serentak. Di dalam memikirkan cara-cara mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi dan mewujudkan tujuan-tujuan ekonomi yang yang ditentukan, analisis yang dibuat haruslah meliputi persoalan-persoalan berikut:
• Tujuan-tujuan dari kebijakan yang dijalankan.
• Cara-cara yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
• Jenis pengorbanan yang harus dibuat untuk mencapai tujuan tersebut.
• Akibat buruk yang mungkin berlaku apabila suatu langkah atau kebijakan ekonomi dilaksanakan.
• Menjajaki langkah alternatif lain yang lebih baik untuk mencapai tujuan-tujuan yang ingin dicapai.
Teori Mikroekonomi
Teori mikroekonomi dapat didefinisikan sebagai: satu bidang dalam ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.Isu pokok yang dianalisis dalam teori mikroekonomi adalah: bagaimanakah caranya menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia secara efisien agar kemakmuran masyarakat dapat dimaksimumkan?
Teori Makroekonomi
Teori makroekonomi membuat analisis mengenai kegiatan dalam suatu perekonomian dari sudut pandang yang berbeda dengan teori mikroekonomi. Analisis makroekonomi merupakan analisis terhadap keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisis dalam makroekonomi merincikan pengeluaran agregat kepada 4 komponen: pengeluaran rumah tangga (biasa disebut sebagai konsumsi rumah tangga), pengeluaran pemerintah, pengeluaran perusahaan-perusahaan (biasanya disebut sebagai investasi) dan ekspor-impor. Teori makroekonomi meliputi juga analisis dalam berbagai aspek berikut:
• Masalah ekonomi yang dihadapi, terutama pengangguran dan inflasi, dan bentuk kebijakan pemerintah untuk mengatasinya.
• Peranan uang dalam penentuan kegiatan ekonomi.
Berikut berbagai macam sistem perekonomian dan penjelasannya.
1.Sistem Perekonomian Kapitalisme, yaitu sistem ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan menjual barang dan sebagainya. Dalam sistem perekonomian kapitalis,semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba yang sebesar besarnya.
2.Sistem Perekonomian Sosialisme,yaitu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi, tetapi dngan campur tangan pemerintah.Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
3.Sistem Perekonomian komunisme, adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber2x kegiatan perekonomian.Setiap orang tak boleh memiliki kekayaan pribadi..
Sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah.Semua unit bisnis. mulai dari yang kecil hingga yng besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan Pemerataan Ekonomi dan kebersamaan.
4.Sistem Ekonomi Merkantilisme, yaitu suatu sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan memperbanyak aset& modal yang dimiliki negara.
5.Sistem Perekonomian Fasisme, yaitu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain, dengan kata lain, fasisme merupakan sikap rasionalism yang berlebihan.


2.3 OPTIMASI RANCANGAN YANG DIGERAKAN BIAYA

 Untuk masalah-masalah mengoptimalkan rancangan yang digerakkan biaya, dua tugas penting adalah sebagai berikut:
1.Tentukan nilai olptimal untuk variabel rancangan alternatif tertentu.
2.Pilih alternatif terbaik, masing-masing dengan nilai uniknya sendiriuntuk variabel  perancangan.
Secara umum model-model biaya yang dikembangkan dalam masalah-masalah ini terdiri atas tiga jenis biaya:
1.Biaya-biaya tetap
2.Biaya-biaya yang bervariasi langsung terhadap variabelperancangan
3.Biaya-biaya yang bervariasi secara tidak langsung terhadap variabelperancanganFormat yang disederhanakan dari suatu model biaya dengan suatuvariabel perancangan adalah sebagai berikut:
biaya =aX+bx+k
Untuk
a, adalah parameter yang menyatakan biaya-biaya yang bervariasisecara langsung
b, adalah parameter yang menyatakan biaya-biaya yang bervariasisecara tidak langsung
k, adalah parameter yang menyatakan biaya-biaya tetap
X, menyatakan variabel perancangan yang ditanyakan.
Langkah-langkah berikut menguraikan pendekatan umum untuk mengoptimalkan perancangan terhadap biaya :
1.Identifikasi variabel perancangan yang merupakan penggerak biayaprimer.
2.Tulis pernyataan untuk model biaya terhadap bentuk variabelperancangan
3.Tetapkan turunan pertama model biaya terhadap variabelperancangan kontinunya = 0. Untuk variabel-variabel perancangandiskret, hitung nilai dari model biaya itu untuk tiap nilai diskret pada jangkauan nilai-nilai potensial yang dipilih.
4.Selesaikan persamaan yang didapat dari langkah 3 untukmendapatkan nilai optimum dari variabel perancangan kontinyu.Untuk variabel-variabel perancangan diskret nilai optimumnyamerupakan nilai biaya minimum yang didapat pada langkah 3.
5.Untuk variabel-variabel perancangan kontinyu gunakan turunan ke-2 dari model biaya terhadap variabel perancangan untukmenentukan apakah nilai optimum yang didapat dalam langkah 4 berhubungan dengan maksimum atau minimum global.
Pendekatan lain untuk memilih alternatif terbaik dari seperangkat diskretadalah dengan dengan mengamati perbedaan inkremental (∆) diantaraalternatif-alternatif ini yaitu alternatif-alternatif di ranking dari yangmempunyai biaya infestasi rendah ke biaya investasi tinggi.

2.4 STUDI EKONOMI MASA KINI

1. Tiga perkembangan yang menunjang bagi pengarahan kembali sejarah ekonomi.
Pertama, tumbuhnya minat para ahli ekonomi dalam studi pertumbuhan ekonomi. Studi perkembangan ekonomi telah membawa para ahli ekonomi untuk memisahkan elemen-elemen penting dan menentukan perkembangan ekonomi bahkan sebelumnya mereka tidak menyesuaikan kepada seluruh teori umum. Kedua, menumbuhkan minat ahli-ahli ekonomi agar lebih teliti menguji hipotesa-hipotesanya, dan ketiga, mengembangkan volume informasi kuantitatif tentang masa lampau. Tiga perkembangan ini telah membawa tumbuhnya orientasi kembali dari sejarah ekonomi menuju pemakaian metodologi ilmiah dan penggunaan pengukuran kuantitatif yang sistematis.

2. Penjelasan dalam Sejarah Ekonomi
Sasaran pertama dari sejarawan ekonomi adalah penjelasan. Ia berusaha mengerti cara-cara melaksanakan ekonomi atau cara menyejahterakan rakyat di dalam masyarakat yang telah dipengaruhi oleh fenomena ekonomi. Penjelasan dalam sejarah ekonomi melibatkan pernyataan tentang latar belakang kondisi pokok, yang dalam hal ini pernyataan fakta tunggal yang melengkapi kedudukan bagi pola khusus bagi bukti-bukti untuk dijelaskan, diikuti oleh penerapan prinsip-prinsip umum yang akan melengkapi penjelasan.
Sejarawan ekonomi kemudian tertarik dengan suatu ketentuan bahwa penjelasannya cocok dengan bukti-bukti empiris yang dapat diperoleh. Untuk memperjelas bukti-bukti empiris guna menuju generalisasinya, sejarawan ekonomi harus menggali kembali latar belakang kondisi dimana ia telah menduga atau mengubah dan mengembangkan generalisasi-generalisasi baru yang akan lebih konsisten dengan bukti-bukti empiris yang dapat digunakan. Proses saling membantu antara perkembangan generalisasi, latar belakang kondisi-kondisi tertentu serta penyajian generalisasi, yang menyangga sistematika bukti empiris adalah cara sejarawan dicoba untuk memberikan penjelasan fenomena sejarah.
Kerangka teori yang dipakai sejarawan ekonomi adalah ekonomi itu sendiri. Teori ini menaruh sejumlah aksioma dasar dan menerima beberapa dalial yang diambil, menyatakan tentang bentuk umum dari model-model susunan yang biasa. Model-model ini menggambarkan generalisasi yang luas dari tingkah laku ekonomi.

3. Pengujian Hipotesa
Pengujian keterangan-keterangan di dalam sejarah ekonomi dapat dilakukan dengan beberapa bentuk. Dalam hal ini termasuk pengujian: (1) kebenaran empiris dari latar belakang kondisi; (2) bentuk-bentuk ketetapan-ketetapan logika; (3) kebenaran empiris dari kegunaan yang berhubungan dengan latar belakang kondisi menuju kesimpulan-kesimpulan. Penegasan utama di mana untuk memberikan keterangan tergantung kepada hal-hal yang memerlukan pertimbangan dan adanya data. Selain itu, sejarawan ekonomi dapat juga melakukan pengujian suatu bantahan terhadap berbagai dalil.

4. Gambaran Teknik-teknik Metodologi
Suatu gambaran yang luas dapat menjelaskan seluruh proses penelitian dan pengujian yang melibatkan beberapa masalah. Adanya gambaran memperkuat indikasi tentang keperluan metode-metode pokok agar sejarawan ekonomi dapat melakukan penelitian yang seksama. Hal ini juga dapat memperjelas indikasi tentang masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan yang menyangkut tugasnya.
Perkembangan teori ekonomi akan membawa kepada hasil yang memuaskan dari ekonomi masa lalu. Sejarawan ekonomi masa kini diarahkan oleh prakonsepsi ideology dalam membuat suatu pilihan masalah-masalah untuk diuji, tetapi hipotesa yang diujikan haruslah netral dengan memperhitungkan pendapat yang pincang akibat ideology dan harus menghasilkan suatu pengecilan deretan yang terus-menerus dari pertentangan dan pertambahan pengertian tentang masa lampau. Dari sebuah gambaran dapat dilihat bahwa batas-batas penelitian dalam bidang sejarah ekonomi adalah batas yang dipaksakan oleh batas-batas teori dan bukti (kenyataan-kenyataan) yang ada.

5. Pemakaian dan Batas-batas Teori
Dalam banyak aspek lain sejarah ekonomi, ilmiawan secara esensial harus mengembangkan kerangka kerja teorinya sendiri. Apabila seorang sejarawan ekonomi ingin meneliti garis-garis batas antara sejarah ekonomi dan sosial, ia harus mempergunakan disiplin-disiplin ilmu-ilmu sosial yang lain atau mengembangkan suatu kerangka kerjanya sendiri untuk meneliti hubungan-hubungan itu. Oleh karena itu, tidak ada alasan mengapa sejarawan ekonomi harus dibatasi untuk menerima teori ekonomi. Ia bebas untuk mengembangkan serta mempergunakan teorinya sendiri.
Teori ekonomi telah berkembang secara berangsur-angsur antara kerjasama perkembangan dari generalisasi dan cara mengujinya melalui waktu yang cukup panjang dan tak dapat dan tidak boleh diabaikan untuk menuju analisa. Sejarawan yang terlatih dalam teori ekonomi sadar akan kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam analisa ekonomi. Oleh sebab itu, apabila ia akan mengembangkan kerangka teorinya, ia harus memperhitungkan secara saksama karya yang telah berlaku dan sampai tarafman generalisasi sebelumnya didukung oleh bukti-bukti yang ada.

Batas-batas dari Bukti Empiris
Pembatasan bukti empiris menimbulkan persoalan yang serius pada sejarawan ekonomi. Ia dihadapkan dengan kejadian masa lampau yang tidak terulang lagi. Jejak-jejak dan bukti-bukti yang tertinggal adalah bahannya. Oleh sebab itu, ia perlu berusaha secara sistematis untuk mengembangkan bukti dari masa lampau tentang keterangan yang fragmentaris seperti yang disebutkan diatas. Untuk mempergunakan bukti sebaik-baiknya memerlukan suatu pengetahuan teori statistik yang dapat dipakai secara efektif terhadap data apa saja yang ada.
Makin jauh waktu lampau yang diteliti sejarawan ekonomi, makin tidak cukup memadai kemungkinan datanya. Informasi kuantitatif yang ada dari masa lampau biasanya tidak diperhatikan karena hubungannya tidak dihargai. Dalam hal kelangkaan data kuantitatif, sejarawan ekonomi terpaksa harus kembali dalam pemakaian deskripsi kualitatif yang diwujudkan oleh informasi corak lain, tetapi ia tetap dapat menghindar dari aturan-aturan yang esensial dari statistic inference. Hal itu adalah suatu keharusan, bahwa ia meminta agar informasi kualitatif akan bertemu dengan aturan sainpling statistik yang sama dan diperlukan perwakilan dalam pemakaian pengetahuan kuantitatif.

6. Penulisan Sejarah Ekonomi
Sementara zaman silam ekonomi adalah tujuan terakhir dari sejarawan ekonomi dan kesadaran akan metode-metode ilmiah adalah kebutuhan esensial dalam mencapai maksud karateristik dalam disiplin. Ilmiawan masa kini telah mewarisi suatu bekal yang kaya dari bahan deskriptif dan sata-data mengenai masa lampau ekonomi yang telah digali dan sebagian besar diuji oleh para sejarawan. Adalah menjadi kewajiban untuk mempunyai keahlian dalam literature tradisionaldalam bidang itu dan juga harus mempunyai perasaan halus seorang dtektif yang merupakan corak khas seorang sejarawan.
Terakhir, seorang sejarawan ekonomi mencoba untuk memberi suatu keterangan yang sistematis dan terintegrasi mengenai keadaan masa silam ekonomi dan ini tidak boleh tidak melibatkan sesuatu yang lebih daripada hanya mengembangkan dan menguji hipotesa.

Sumber :https://tammzt.wordpress.com/2011/12/15/2-konsep-konsep-biaya-dan-lingkungan-ekonomi/ 
https://www.slideshare.net/SelfiaDewi1/akuntansi-biaya-bab-1konsep-dan-terminologi-biaya 
http://botoykoma.blogspot.co.id/2011/03/ruang-lingkup-ekonomi.html 







Komentar